slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

ETOS: Kasus Hasto Kristiyanto Momentum PDIP Berbenah - JURNAL INVESTIGASI NEWS

ETOS: Kasus Hasto Kristiyanto Momentum PDIP Berbenah

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institut, Iskandarsyah, menilai penetapan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi momen introspeksi bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurutnya, partai berlambang banteng itu perlu melakukan pembenahan internal yang mendalam.

“Para kader PDIP yang selama ini membela Hasto Kristiyanto habis-habisan sebaiknya memahami betul rangkaian peristiwa hukumnya. Dengan begitu, ketika beropini di ruang publik, mereka tidak asal mengklaim bahwa kasus ini adalah bentuk kriminalisasi,” kata Iskandar saat berbicara kepada Awak Media, Sabtu (11/1/2025).

Iskandarsyah mengingatkan bahwa publik saat ini semakin kritis. Jejak digital terkait kasus tersebut pasti akan menjadi perhatian masyarakat luas. Oleh karena itu, ia menilai klaim kriminalisasi terhadap kasus Hasto bisa menjadi langkah yang salah dan kontraproduktif.

“Publik semakin cerdas. Jika Hasto sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, tentu jejak digitalnya akan ditelusuri. Jadi ketika para elit PDIP menyebut kasus ini sebagai kriminalisasi, menurut saya itu pernyataan yang justru menjadi blunder,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapolda NTB Simakrama di Dusun Montong Galur Kec.Lingsar

Lebih lanjut, Iskandar menyatakan bahwa perhatian publik saat ini terus tertuju pada preferensi PDIP yang lebih berpihak kepada Harun Masiku dibandingkan Riezky Aprilia. Ia menyoroti kejanggalan dalam proses pergantian antar waktu (PAW) kursi DPR yang sebelumnya dipegang oleh Nazaruddin Kiemas.

Padahal, jika mengacu pada perolehan suara, Riezky Aprilia seharusnya menduduki posisi tersebut karena memiliki suara terbanyak kedua setelah almarhum Nazaruddin. Namun, Rapat Pleno PDIP memutuskan mengusulkan Harun Masiku untuk menduduki kursi tersebut.

KPU tetap kukuh pada keputusannya melantik Riezky Aprilia, tetapi Wahyu Setiawan, mantan komisioner KPU, diketahui menerima suap untuk mengubah keputusan itu. Wahyu kemudian ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 8 Januari 2020. Nama Hasto Kristiyanto turut mencuat dalam kasus ini.

“Pertanyaan mendasarnya adalah kenapa Harun Masiku lebih diprioritaskan dibandingkan Riezky? Publik ingin tahu alasan PDIP tampak membela Harun Masiku secara habis-habisan,” ujar Iskandar.

Baca Juga :  HPN 2026 Jadi Momentum Refleksi, Ketua Siskomas Jatinegara Tegaskan Pers Pilar Bangsa

Iskandarsyah menduga bahwa Harun Masiku memiliki peran penting atau jasa besar dalam menyelamatkan sejumlah kasus yang melibatkan elite PDIP. Karena itu, posisinya dalam PAW dianggap sangat istimewa.

“Kami menduga Harun Masiku memiliki peran strategis atau sudah berjasa dalam kasus-kasus tertentu yang melibatkan elite PDIP. Itu mungkin sebabnya dia mendapatkan prioritas dalam PAW,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan jawaban transparan terkait polemik ini. “Selama ini publik hanya disuguhi kasus suap PAW Harun Masiku. Tapi kenapa PDIP seolah menjadikannya anak emas? Pertanyaan itu masih menggantung di benak masyarakat,” tandas Iskandarsyah.

Di akhir pernyataannya, Iskandar meminta para elit PDIP untuk tidak terus menggiring opini bahwa kasus Hasto adalah bentuk kriminalisasi. Menurutnya, masyarakat sudah terlalu cerdas untuk menerima narasi yang tidak logis.

“Kami meminta PDIP untuk berhenti menggiring opini semacam itu. Sebaiknya jadikan kasus ini sebagai momentum introspeksi dan reformasi internal yang serius,” tutupnya. (Wly)

Berita Terkait

Brimob Polda Metro Jaya Respons Cepat Laporan Tawuran hingga Balap Liar di Pasar Rebo, Jaktim
Brimob Polda Metro Jaya Tebar Kepedulian, Salurkan Sembako untuk Yatim dan Dhuafa ke Yayasan di Cempaka Putih
Tokoh Pemuda Jembatani Aspirasi Warga, Aksi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat Berlangsung Damai dan Kondusif
Speedboat Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Polri-Basarnas Turunkan Tim Gabungan
Menjaga Kesehatan di Tengah Abu Vulkanik, Polsek Tambora Bagikan 525 Masker
Antisipasi Gangguan Pernapasan, Polsek Kebon Jeruk Bagikan Masker Gratis kepada Warga
Semarak Haul Kota Tangsel dan Dies Natalis UNDHI, Fun Run Digelar 20 Desember
Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda dan 3 Sajam Diduga Hendak Tawuran di Jaktim
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:03 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Respons Cepat Laporan Tawuran hingga Balap Liar di Pasar Rebo, Jaktim

Jumat, 11 September 2026 - 16:44 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Tebar Kepedulian, Salurkan Sembako untuk Yatim dan Dhuafa ke Yayasan di Cempaka Putih

Jumat, 11 September 2026 - 00:28 WIB

Tokoh Pemuda Jembatani Aspirasi Warga, Aksi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat Berlangsung Damai dan Kondusif

Rabu, 9 September 2026 - 18:07 WIB

Speedboat Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Polri-Basarnas Turunkan Tim Gabungan

Selasa, 8 September 2026 - 14:39 WIB

Menjaga Kesehatan di Tengah Abu Vulkanik, Polsek Tambora Bagikan 525 Masker

Berita Terbaru