Bogor jurnalisinvestigasinews.com – Seni menjadi bahasa universal yang mampu menembus batas, termasuk bagi penyandang disabilitas. Hal inilah yang ditunjukkan dalam kegiatan “Disabilita Art Center” yang digelar Komunitas Sans Souci pada Jumat (03/03/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan dan ajang pencarian bakat di bidang seni, mulai dari menyanyi, menari, angklung, pantomim hingga melukis. Para peserta tampil penuh percaya diri, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.
Ketua kegiatan, Feri KS, menyampaikan bahwa seni menjadi media penting untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun kepercayaan diri penyandang disabilitas.
“Seni adalah ruang bebas bagi siapa saja. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas memiliki potensi luar biasa di bidang seni,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak penyandang disabilitas, termasuk dalam berekspresi, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan budaya.
Dalam konteks seni, prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan inklusi menjadi sangat penting. Penyandang disabilitas berhak mendapatkan ruang tampil, fasilitas yang mendukung, serta apresiasi yang setara dengan seniman lainnya.
Disabilita Art Center menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan inklusi sosial, sekaligus membuka mata masyarakat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki nilai estetika dan makna yang kuat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir lebih banyak seniman disabilitas yang mampu tampil di panggung yang lebih luas, sekaligus memperkuat gerakan seni inklusif di Kota Bogor.
Penulis : Syahrudin akbar







