JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta memperkuat langkah strategis dalam menghadapi tantangan pemilu ke depan dengan menjalin sinergi bersama Satuan Siber (Satsiber) TNI. Kolaborasi ini difokuskan untuk membangun sistem pengawasan pemilu yang lebih adaptif, responsif, dan relevan di era digital.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Satsiber TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2026), sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi di tengah meningkatnya kompleksitas dinamika pemilu.
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, menyampaikan bahwa tantangan pengawasan pemilu kini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga telah merambah ruang digital yang berkembang sangat cepat.
“Perkembangan teknologi membawa konsekuensi terhadap pola pelanggaran pemilu. Disinformasi, penyebaran hoaks, hingga potensi gangguan siber menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring, menegaskan pentingnya penguatan keamanan siber dalam menjaga stabilitas demokrasi modern.
“Ruang digital kini memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ekosistem informasi tetap aman dan kondusif dari propaganda, disinformasi, maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa,” ungkapnya.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penguatan aspek pengamanan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan literasi digital masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mendorong publik lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, sekaligus berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ke depan, pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix akan terus dikembangkan melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan partisipasi publik yang terintegrasi dan berorientasi pada pencegahan.
Dengan langkah ini, pengawasan pemilu diharapkan tidak hanya mampu merespons tantangan yang ada, tetapi juga mengantisipasi dinamika yang terus berkembang di masa mendatang.
Penulis : Syahrudin akbar







