slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

MUI: Haram Kubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-Hidup, Azis Khafia Soroti Etika dan Syariat - JURNAL INVESTIGASI NEWS

MUI: Haram Kubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-Hidup, Azis Khafia Soroti Etika dan Syariat

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA jurnalisinvestigasinews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritisi metode penanganan ikan sapu-sapu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diduga mengubur ikan dalam kondisi masih hidup. Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip agama, kesejahteraan hewan, serta etika lingkungan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, menegaskan bahwa penanganan terhadap hewan tetap harus memperhatikan kaidah syariat. Senada, Azis Khafia selaku Sekretaris MUI Jakarta Selatan Bidang Kesehatan dan Lingkungan menyatakan bahwa penguburan massal ikan sapu-sapu dalam keadaan hidup adalah haram.

Menurut Azis, tindakan tersebut melanggar sejumlah prinsip utama dalam Islam, di antaranya prinsip rahmatan lil ‘alamin, prinsip kesejahteraan hewan (kesrawan), serta akhlak lingkungan atau bioetika. Ia menilai metode tersebut menimbulkan penderitaan yang tidak perlu bagi hewan.

Baca Juga :  Aspirasi Indonesia dan GNAI Bersatu Perangi Islamofobia Global

“Dalam Islam, membunuh hewan diperbolehkan jika ada maslahat. Namun, metode mengubur hidup-hidup mengandung unsur penyiksaan karena memperlambat kematian. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip ihsan (berbuat baik),” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya standar kesejahteraan hewan yang menekankan pada upaya meminimalkan penderitaan. Menurutnya, praktik tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai universal perlindungan makhluk hidup.

Meski demikian, MUI tetap mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu. Pasalnya, ikan tersebut dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak ekosistem sungai dan mengancam keberadaan ikan lokal.

Baca Juga :  SDIT Gema Nurani dan Quba Islamic School Gelar Kajian Keislaman, Tekankan Peran Ibu dalam Membentuk Generasi Pemimpin

“Kebijakan ini memiliki maslahat dan sejalan dengan maqāṣid syariah, khususnya dalam kategori ḍharūriyyāt ekologis modern,” jelasnya.

Lebih lanjut, Azis menambahkan bahwa upaya pengendalian lingkungan juga termasuk dalam konsep Hifẓ an-Nasl (menjaga keberlangsungan makhluk hidup), karena berperan dalam melestarikan biodiversitas dan mencegah kepunahan spesies lokal.

Dengan demikian, MUI mendorong agar metode pengendalian ikan sapu-sapu tetap dilakukan secara manusiawi, sesuai dengan prinsip syariat, etika, serta kaidah kesejahteraan hewan.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung
Poros Rawamangun Kritik Kebijakan Pemilahan Sampah DKI: Jangan Hanya Jadi Politik Anggaran
DPC Gerindra Kabupaten Bogor Tebar 14 Ekor Sapi Kurban di Enam Dapil
Risman Pasaribu Dorong Peningkatan Kurban KAHMI Nasional di Tengah Tantangan Ekonomi
Kebahagiaan Tak Tergantikan, Masjid Al-Jannah Antar Langsung Daging Qurban ke Rumah Warga CBS dan CBU
Lensa Polri Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Pemred Heri Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Tegal Alur
Penyembelihan Hewan Kurban di Mushola Al-Mubarok Berlangsung Khidmat, Warga RW 03 Rasakan Kebersamaan Idul Adha
Gus Syaifuddin: Idul Adha 1447 H Momentum Menebar Kepedulian dan Solidaritas Umat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:39 WIB

DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:01 WIB

DPC Gerindra Kabupaten Bogor Tebar 14 Ekor Sapi Kurban di Enam Dapil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:52 WIB

Risman Pasaribu Dorong Peningkatan Kurban KAHMI Nasional di Tengah Tantangan Ekonomi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53 WIB

Kebahagiaan Tak Tergantikan, Masjid Al-Jannah Antar Langsung Daging Qurban ke Rumah Warga CBS dan CBU

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:40 WIB

Lensa Polri Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Pemred Heri Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Tegal Alur

Berita Terbaru