BOGOR, jurnalisinvestigasinews.com – Prestasi membanggakan ditorehkan SDN 03 Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, dalam ajang Lomba Prestasi Siswa tingkat kecamatan yang digelar di SDN 01 Puspanegara, Sabtu (18/04/2026).
Di tengah kritik terhadap kegiatan lomba yang kerap dianggap formalitas, SDN 03 Gunungsari justru membuktikan sebaliknya. Sekolah ini tampil dominan dengan memborong sejumlah piala dari berbagai cabang perlombaan.
Raihan tersebut meliputi Juara 1 Ngadongeng, Juara 2 Mendongeng dan MHQ, Juara 3 Pupuh Putra, MTQ Putra, dan Maca Sajak, hingga sejumlah kategori juara harapan seperti Pupuh Putri, Adzan, dan Marawis.
Sebanyak 67 siswa dari kelas III hingga V diterjunkan dalam sepuluh cabang lomba, menunjukkan keseriusan sekolah dalam pembinaan bakat sejak dini.
Kepala SDN 03 Gunungsari, Sri Ayu Suwartika, menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang pembinaan yang konsisten.
“Ini bukan soal menang atau kalah. Kami membangun keberanian, disiplin, dan karakter. Prestasi hanyalah dampak dari proses yang dijalani anak-anak,” tegasnya.
Sorotan juga tertuju pada penampilan tari kreasi yang menggabungkan unsur jaipong, pencak silat, dan modern. Uniknya, kostum yang digunakan merupakan hasil karya mandiri guru bersama komite sekolah, tanpa bergantung pada pihak luar.
Guru pendamping Ilza menilai keberanian siswa tampil sudah menjadi kemenangan tersendiri.
“Yang belum juara hari ini, justru punya modal besar untuk sukses ke depan. Mereka sudah melewati tantangan terbesar: berani tampil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Citeureup menyebut ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan proses seleksi menuju Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten.
“Semua anak punya nilai. Juara hanya sebagian kecil dari tujuan. Pengalaman dan proses adalah bekal utama mereka,” katanya.
Ke depan, SDN 03 Gunungsari berkomitmen memperkuat pembinaan di cabang yang belum maksimal, sekaligus memastikan setiap siswa mendapatkan ruang untuk berkembang.
Langkah ini menjadi bukti bahwa ketika pembinaan dilakukan serius, sekolah dasar pun mampu mencetak prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Penulis : Syahrudin akbar







