slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Avatar

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,jurnalisinvestigasinews.com Polemik dugaan manipulasi respons laporan warga melalui aplikasi JAKI di Kalisari, Pasar Rebo, semestinya menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi tata kelola pelayanan publik digital. Namun yang mengemuka justru kritik yang lebih cepat hadir daripada pemahaman atas persoalan itu sendiri.

Pernyataan keras dari Kenneth Hadiyanto langsung mengarah pada Walikota Jakarta Timur. Tanpa mengurai terlebih dahulu bagaimana sistem JAKI bekerja, persoalan yang kompleks disederhanakan menjadi seolah-olah kesalahan satu figur.

Padahal, JAKI bukan sistem yang berdiri di satu tangan. Laporan warga diproses melalui tahapan berlapis: diklasifikasikan, didistribusikan ke organisasi perangkat daerah (OPD), ditindaklanjuti oleh petugas lapangan, lalu diverifikasi melalui dokumentasi sebagai bukti penyelesaian. Rantai proses ini menunjukkan bahwa satu laporan melibatkan banyak aktor, bukan satu pengambil keputusan tunggal.

Di titik verifikasi inilah persoalan utama muncul. Temuan di lapangan menunjukkan adanya pelanggaran prosedur. Penanganan dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak kelurahan, sementara keputusan diambil secara sepihak oleh petugas lapangan. Lebih jauh, dokumentasi penyelesaian diduga dibuat secara instan dengan bantuan teknologi AI, tanpa mencerminkan kondisi riil di lokasi yang masih bermasalah.

Baca Juga :  Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto Hadiri Pembukaan WSL Krui Pro QS 5000 di Pantai Tanjungsetia Pesisir Barat Lampung

Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan terletak pada disiplin operasional dan lemahnya pengawasan di tingkat pelaksana, bukan semata pada kepemimpinan wilayah.

Langkah korektif telah diambil melalui penelusuran internal dan pemberian sanksi administratif kepada petugas yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian tetap berjalan, meski masih perlu diperkuat agar tidak berulang.

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai bahwa kegagalan memahami alur sistem membuat kritik menjadi tidak tepat sasaran.

“Dalam sistem seperti JAKI, persoalan utama ada pada proses di belakang layar—daripada distribusi laporan hingga verifikasi di lapangan. Tanpa pemahaman itu, kritik hanya menjadi reaksi cepat yang tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya. Senin 06/04/2026

Baca Juga :  Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Ia menambahkan bahwa respons politik yang terburu-buru justru berpotensi memperkeruh keadaan.

“Publik tidak membutuhkan pernyataan yang paling keras, melainkan solusi yang paling tepat. Jika kritik tidak berbasis pemahaman sistem, yang muncul hanyalah kebisingan tanpa arah,” lanjutnya.

Polemik ini menunjukkan dua hal sekaligus: adanya celah dalam tata kelola pelayanan publik dan kecenderungan sebagian elite politik merespons isu secara instan tanpa pendalaman.

Jika fungsi pengawasan ingin dijalankan secara serius, maka langkah pertama bukanlah menunjuk siapa yang salah, melainkan memahami bagaimana sistem bekerja. Tanpa itu, kritik hanya akan terdengar keras di permukaan, tetapi kosong di dalam.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Peringati Hari Santri Nasional, PP Santri Pasundan Silaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Hengki, S.I.K., M.H
Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Sembako di TPA Maratus Tsaniah Bogor
Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Edukasi Belajar Sambil Bermain, Kenalkan Dunia Kepolisian Kepada Siswa RA Ibnu Hazar
Brimob Polda Metro Jaya Hadir untuk Kelancaran Lalu Lintas Sekitar SMPN 19 Bekasi
Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang 5th Conference on Creative Economy di Jakpus
Brimob Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang World Conference on Creative Economy 2026
Brimob Metro Jaya Bantu Penyeberang Jalan, Aktivitas Sekolah Lebih Aman
Brimob Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang World Conference on Creative Economy 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, PP Santri Pasundan Silaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Hengki, S.I.K., M.H

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Sembako di TPA Maratus Tsaniah Bogor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Edukasi Belajar Sambil Bermain, Kenalkan Dunia Kepolisian Kepada Siswa RA Ibnu Hazar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Hadir untuk Kelancaran Lalu Lintas Sekitar SMPN 19 Bekasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang 5th Conference on Creative Economy di Jakpus

Berita Terbaru