slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Sudah Tiga Tahun Petani Tambak Desa Margotuhu Kidul dan Semerak Menangis,Lahan Kebanjiran Tak Pernah Surut - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Sudah Tiga Tahun Petani Tambak Desa Margotuhu Kidul dan Semerak Menangis,Lahan Kebanjiran Tak Pernah Surut

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 1 April 2023 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, Jurnalisinvestigasi News
Petani tambak Desa Margotuhu Kidul dan Semerak Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati menangis dan hanya bisa Pasrah sudah tiga tahun lebih , lahan kebanjiran tak pernah surut tidak bisa di olah dan tidak menghasilkan sampai hari ini .
Yang harus ada perhatian dari aparatur pemerintah untuk mengatasinya.
Dalam penelusuran JurnalisInvestigasi News
Jum’at, 31 Maret 2023

Desa Margotuhu Kidul dan Semerak terletak di pinggiran pantai Utara Kabupaten Pati penduduknya sebagian menggantungkan hidupnya bertani dan bertambak , bahkan kebanyakan mereka menggantungkan hidupnya bertambak ,namun sudah tiga tahun lebih, lahan tambak tidak bisa di kelola karena kebanjiran dan tidak bisa surut .

Lahan kena dampak banjir dari limpahan Sungai Jaran mati dan limpahan air pasang.
Lebih dari 100 hektar lahan tambak , tidak bisa berfungsi dan tak bisa menghasilkan , tanah merupakan tanah milik aset Desa dan warga .

Baca Juga :  Festival Wisata Pesawaran Tahun 2023 “Culture Celebrate” Resmi Dibuka

Dalam wawancara Kepala desa Margotuhu Kidul B. Endra Puspita, S.E. kepada Jurnalisinvestigasi News , menjelaskan tambak ini sudah tiga tahun dan menginjak empat tahun tambak di wilayah desa kami sudah tidak bisa di kelola karena kebanjiran dan tidak bisa surut.

Dengan demikian lahan tambak tidak bisa di kelola sebagai mana mestinya.
Yang seharusnya menjadi penghasilan petani tambak, kini terbengkalai dan tidak bisa menghasilkan apa – apa.
Ini sangat mengganggu perekonomian warga dan desa tandasnya Kepala Desa.
Lahan tambak kini seperti lautan sudah tidak bisa di kelola yang menjadi keluhan semua warga kami , sudah bertahun tahun lamanya.
Air dari galeng bisa mencapai 80 cm kalau lahan sendiri orang bisa tenggelam .

Kepala Desa Margotuwu Kidul , mereka sudah berkomunikasi dari fihak Aparatur Kecamatan , Dinas Perikanan , Dinas PU bahkan sudah berkomunikasi dengan PJ Bupati Pati, masalah ini supaya bisa teratasi dan ada sulusi supaya lahan ini bisa berfungsi seperti sedia kala , namun sampai hari ini ada tindak lanjuti dalam keterangan kepada Jurnalisinvestigasi News.

Baca Juga :  Anggota SWI akan Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai Kepala Desa saya merasa sedih kodisi lahan tambak di wilayah kami seperti ini, Yang jelas jelas menggangu pendapatan dan perekonomian di desa ini. Dalam hitungan kalau di sewakan saja hitungan normal 1 hektare, satu tahun bisa mencapai 30 juta rupiah .
Kalau 100 hektare , maka dalam satu tahun mencapai kerugian 3 Milyar tandasnya Kepala Desa.

Sudah menjadi program pemerintah untuk mendongkrak ekonomi desa, Petani tambak mengharapkan aparatur pemerintah segera turun tangan sehingga permasalah ini segera teratasi, Dan lahan tambak ini segera bisa berfungsi kembali dan bisa menghasilkan lagi.

Red / Tio

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru