slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

RS Wajib Melayani, Negara Wajib Membayar - JURNAL INVESTIGASI NEWS

RS Wajib Melayani, Negara Wajib Membayar

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien, termasuk yang status BPJS PBI-nya nonaktif. Sekilas, pernyataan itu terdengar sederhana dan tegas. Rumah sakit wajib melayani. Titik.

 

Memang benar. Aturannya jelas. Undang Undang Rumah Sakit melarang penolakan pasien darurat. Bahkan ada ancaman sanksi pidana jika rumah sakit menolak pasien dalam kondisi gawat.

 

Masalahnya, urusan tidak selesai setelah pasien diterima.

 

Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, mengingatkan bahwa persoalan utama bukan pada kewajiban melayani, melainkan pada kepastian pembiayaan.

 

“Kalau BPJS PBI pasien nonaktif karena masalah data atau administrasi, itu bukan kesalahan pasien. Tapi jangan sampai rumah sakit yang akhirnya menanggung biayanya,” kata Agung.

 

BPJS PBI adalah program untuk warga miskin yang iurannya dibayar negara lewat APBN. Ini bukan bantuan sukarela. Ini mandat konstitusi. UUD 1945 mewajibkan negara menjamin pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.

Baca Juga :  Marak nya Gepeng Dan Anjal Di Puspem Kota Tangerang ,Ini kata staf Dinsos provinsi banten

 

Artinya, kalau kepesertaan nonaktif karena data belum sinkron, verifikasi belum selesai, atau ada masalah administratif, itu wilayah tanggung jawab negara. Bukan pasien. Dan bukan juga rumah sakit.

 

Yang sering terjadi, ketika status PBI nonaktif, pasien tetap datang berobat. Rumah sakit tetap melayani. Tapi setelah itu muncul pertanyaan sunyi: klaimnya dibayar atau tidak?

 

Kalau tidak ada mekanisme yang jelas, rumah sakit bisa menghadapi klaim menggantung. Untuk RSUD yang bergantung pada pembayaran klaim BPJS, kondisi ini bisa mengganggu arus kas. Dalam jangka panjang, pelayanan bisa terdampak.

 

“Negara tidak cukup hanya mengatakan ‘harus melayani’. Negara juga harus memastikan pembiayaannya dijamin dengan mekanisme yang jelas,” ujar Agung.

Baca Juga :  Banjir Kembali Rendam Wilayah Kamal Dan Tegal Alur Kalideres

 

Ia mendorong adanya solusi konkret, seperti pengaktifan sementara kepesertaan bagi pasien yang sedang dirawat, surat jaminan pembiayaan resmi dari pemerintah, atau dana talangan dengan batas waktu pencairan yang pasti.

 

Tanpa itu, rumah sakit berada di posisi serba salah. Melayani berisiko tekor. Menagih pasien berisiko memiskinkan. Menolak jelas melanggar hukum.

 

Pada akhirnya, persoalan ini sederhana. Hak kesehatan memang tidak boleh terhenti hanya karena status BPJS bermasalah. Tapi dalam sistem jaminan sosial, hak itu harus dibarengi kepastian siapa yang membayar.

 

Karena pelayanan kesehatan bukan hanya soal membuka pintu IGD. Ia juga soal memastikan tagihannya tidak dibiarkan menggantung di udara.

Berita Terkait

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora
Peringati Hari Kemerdekaan Ke-81 RI, Pengurus RW 011 Tegal Alur Gelar Upacara Bendera
Warga Keluhkan Kekeringan, Polresta Tangerang Segera Salurkan Bantuan Air Bersih ke Puri Harmoni 2 Extension
Tim Buser Polsek Kalideres Tangkap Jambret Spesialis Anak-anak, Motifnya Beli Sabu
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora

Berita Terbaru