Jakarta, jurnalisinvestigasinews.com – Ditjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertema “Kami Pemuda Anti Narkoba” pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 10.00–12.00 WIB di Intel Studio, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur legislatif dan akademisi yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Anggota Komisi I DPR RI, Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P, menegaskan bahwa peredaran narkoba bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan masa depan bangsa. Ia menilai pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran kolektif serta menyebarkan edukasi di masyarakat.
“Pencegahan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Pemuda harus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Sains Indonesia, Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, ST, MM, menyoroti dampak serius narkoba terhadap kesehatan, khususnya kerusakan otak yang memengaruhi fungsi kognitif dan emosi. Ia menjelaskan berbagai jenis narkoba seperti sabu, ganja, ekstasi, heroin, dan kokain memiliki efek berbeda, namun sama-sama berbahaya dan berpotensi menimbulkan ketergantungan.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama, serta dukungan dari lingkungan pendidikan melalui sosialisasi dan pembentukan duta anti narkoba.
Senada dengan itu, Dr. Wisnu Widjanarko menambahkan bahwa penyalahgunaan narkoba berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan perlunya edukasi sejak dini agar generasi muda memahami risiko jangka panjang penggunaan narkoba.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber juga menyoroti tantangan di era digital, di mana penyebaran narkoba dapat terjadi secara terselubung melalui media online. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci agar generasi muda mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Dengan kolaborasi yang kuat, generasi muda Indonesia diharapkan mampu tumbuh sehat, produktif, dan berintegritas menuju terwujudnya Indonesia Emas.
Penulis : Syahrudin akbar







