slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Heboh, Balita Kembali Terkena Cacingan Akut, Kali ini Terjadi di Bengkulu - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Heboh, Balita Kembali Terkena Cacingan Akut, Kali ini Terjadi di Bengkulu

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU, jurnalisinvestigasinews.com – Dunia kesehatan kembali dikejutkan dengan kasus cacingan akut yang diderita oleh anak Balita, kali ini terjadi di Bengkulu. Seorang Balita berusia 20 bulan terbaring lemah di RSUD Tais, setelah dirawat intensif ditemukan larva di paru-parunya. Sang kakak yang berusia 4 tahun juga mengalami gejala serupa.

Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat diduga menjadi faktor pemicu. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyoroti rumah pasien yang tidak layak huni. Ia berjanji akan membangunkan rumah baru dan memastikan perawatan medis kakak beradik ini secara maksimal.

Awalnya sang anak dibawa ke rumah sakit karena demam disertai batuk. Dokter sempat mendiagnosis sang anak mengalami gizi buruk. Akhirnya diketahui ada larva hidup di dalam tubuhnya. Setelah dirawat secara intensif kini kondisinya berangsur membaik namun cacing masih keluar dari tubuhnya setiap kali buang air besar.

Baca Juga :  Kembali Terlibat Kasus Narkoba, Residivis Asal Pringsewu Ditangkap Polisi

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan Epidemiologi.

“Dengan adanya kasus seperti ini, kita langsung mengambil tindakan untuk melakukan penyelidikan Epidemiologi, supaya jangan sampai kasus ini berlanjut dan memperparah kondisi yang ada.” ujar Edriwan

“Jadi tidak ada kata lain, kita melakukan gerakan bersama, terutama dengan stakeholder terkait, dengan Dinas Sosial, dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, juga dengan Kementerian-kementerian lain untuk menyehatkan lingkungannya terlebih dahulu.” imbuhnya

Baca Juga :  Rekan Indonesia: Sektor Kesehatan Paling Stabil di Tahun Pertama Pram–Doel

Pencegahan Cacingan Akut Pada Anak

Pencegahan cacingan akut pada anak dilakukan melalui penerapan pola kebiasaan hidup bersih, seperti rutin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menggunakan alas kaki saat di luar rumah. Selain itu, terapi obat cacing secara berkala (misalnya setiap 6 bulan) juga direkomendasikan oleh WHO, dan penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan kotoran hewan peliharaan untuk mengurangi penyebaran telur cacing.

Dalam kasus cacingan akut di Bengkulu ini, menjadi peringatan keras bahwa negara wajib hadir dan punya tanggung jawab untuk melindungi kesehatan anak-anak bangsa, sesuai  Konvensi PBB dan aturan hukum di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba dalam Forum Diskusi Publik
RSUD Tarakan Catat Terobosan: Rekonstruksi Ligamen Lutut PCL dengan Artificial Graft Pertama di RSUD se-Indonesia
Polres Metro Jakarta Barat Gelar Bakti Kesehatan untuk Korban Kebakaran Aspol Kalideres
Sampah Menggunung dan Bangunan Liar Mengkhawatirkan di Pegadungan, Warga Desak Tindakan Nyata
Pasukan Putih dan Wajah Baru Pelayanan Kesehatan Jakarta
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Pelayanan Humanis Pustu Cipinang Besar Utara, Warga Apresiasi Sikap Ramah Petugas
Orang Tua Siswa SDN 03 CBU Apresiasi Respons Cepat Puskesmas Kecamatan Jatinegara Tangani Anak Terluka
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:51 WIB

Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba dalam Forum Diskusi Publik

Kamis, 30 April 2026 - 14:44 WIB

RSUD Tarakan Catat Terobosan: Rekonstruksi Ligamen Lutut PCL dengan Artificial Graft Pertama di RSUD se-Indonesia

Minggu, 19 April 2026 - 09:58 WIB

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Bakti Kesehatan untuk Korban Kebakaran Aspol Kalideres

Selasa, 14 April 2026 - 18:56 WIB

Sampah Menggunung dan Bangunan Liar Mengkhawatirkan di Pegadungan, Warga Desak Tindakan Nyata

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pasukan Putih dan Wajah Baru Pelayanan Kesehatan Jakarta

Berita Terbaru