slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Bimtek Pakai Miliaran Dana Desa, ini Kata Ronny H, koq Sepi Pemberitaan? - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Bimtek Pakai Miliaran Dana Desa, ini Kata Ronny H, koq Sepi Pemberitaan?

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 28 Mei 2022 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Jurnalis Investigasi news.Com– Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny H, mempertanyakan kepada panitia pelaksana kegiatan Bimtek (bimbingan teknis) aparat desa di sebuah hotel di Idi Rayeuk, yang dinilai sepi pemberitaan.

Ia mengaku sangat heran akan hal itu, sedangkan dugaan isu miring tentang kegiatan tersebut malah hangat berseliweran menjadi buah bibir beberapa waktu belakangan ini.

” Aneh, koq acara itu terkesan minim pemberitaan, padahal sejak dimulai acara itu telah menjadi perbincangan hangat di ruang publik, ada apa sebenarnya dengan kegiatan itu, koq terkesan banyak yang sudah pada diam?” tanya Ronny, 28 Mei 2022.

Dia mengaku sempat mendengar kabar tak sedap mengenai dugaan praktek bagi – bagi duit disela – sela kegiatan yang digelar diduga dari penghimpunan Rp.10 juta per desa dikalikan 513 desa di Aceh Timur tersebut.

Baca Juga :  Brigjend Dr Dadang Hartanto dan Dirreskrimum Polda Jatim Lolos Seleksi Administrasi Calon Pejabat di KPK

” Dan anehnya lagi, bukan berita kegiatannya yang mencuat, tapi malah isu miring soal kasak – kusuk dugaan bagi – bagi duit desa ke oknum – oknum tertentu yang justru santer terdengar heboh, apa benar itu ? tahun lalu juga begitu, entah duit apa itu yang dibagi – bagi? terutama juga perang opini antara pengkritik dan panitia yang mencuat, terus berita utama seluk beluk kegiatannya mana? saya tanya ni panitianya, tolong dijawab,” ketus pengritik yang dikenal cadas soal isu sosial seputar kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia itu.

Ronny mendesak panitia buka – bukaan soal transparansi anggaran dan aliran dana kegiatan tersebut sebelum pihaknya mempertimbangkan untuk melakukan aksi, Ronny menuntut setiap rupiah diumumkan, baik dimulai soal penerimaan sejumlah dana dari pihak desa, sampai ke setiap rincian dana yang digunakan bahkan diduga dibagi – bagikan.

Baca Juga :  10 Hari Mengelar Operasi Zebra, Polres Pringsewu Tindak 1.303 Pelanggar Lalu Lintas

” Kami minta panitia umumkan uang masuk dan uang keluarnya segera, sebelum kami lakukan aksi, karena itu uang negara, kemana saja dana kegiatan itu mengalir,” sebut Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak – pihak yang mencoba untuk bermanuver dan mencoba untuk membungkam kritik atas kegiatan itu.

” Kami minta tidak ada pihak yang mencoba untuk membungkam kritikan atas kegiatan itu, atau akan kami bongkar nanti kalau ada yang coba – coba, siapapun dia, acara itu pakai uang negara, jadi siapa pun berhak mengawasi dan mengkritiknya, karena itu uang negara, bukan uang warisan keluarga,” pungkas
Alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

(Zainal)/Red

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru