slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Rumah Produksi Miras Jenis Ciu Digrebeg Polisi - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Rumah Produksi Miras Jenis Ciu Digrebeg Polisi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 20 September 2023 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Rumah produksi minuman keras jenis ciu di Tambora, Jakarta Barat digerebeg aparat Kepolisian. Pelaku berinisial KL alias Johan mengaku sudah 7-8 bulan memproduksi miras tersebut. Penghasilannya dalam satu bulan mencapai Rp 80 juta.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M. Syahduddi mengatakan, pelaku menjual miras itu dengan harga bervariasi mulai Rp 10.000-Rp 15.000. “Sehingga bila dikalkulasikan, omzet per minggu kurang lebih mencapai antara Rp 15-Rp 20 juta. Kalau sebulan bisa sekitar Rp 60 juta-Rp 80 juta,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/9).

Baca Juga :  Meluapnya Air Terjun Lembah Anai Mengakibatkan Jalan Lintas Kota Padang-Bukittinggi Tidak Bisa Dilalui

Namun begitu, Syahduddi mengatakan bahwa pelaku sendiri tak mengonsumsi miras yang diproduksinya tersebut. Atas kelakuannya, Johan dijerat dengan Pasal 204 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 46 dan Pasal 64 UU Cipta Kerja dengan ancamam pidana penjara 15 tahun.

Selain itu, polisi juga menjeratnya dengan Undang-undang Cipta Kerja baik Pasal 46 maupun Pasal 64 terkait tentang perdagangan dan juga tentang pangan, dengan pidana penjara maksimal empat tahun dan denda Rp 10 juta.

Sebelumnya, polisi membongkar industri rumahan minuman keras (miras) ilegal jenis ciu di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (20/9). Dalam pengungkapan itu, sebanyak 129 drum besar berisi ciu dalam proses fermentasi, 4.560 botol ciu siap edar, tujuh jeriken ciu berukuran 30 liter, serta lima drum penyulingan ditemukan.

Baca Juga :  Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha, Bupati Pesawaran : Momentum Peningkatan Keimanan

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Syahduddi mengatakan bahwa dalam pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan satu orang pelaku berinisial KL alias Johan. “Yang berperan sebagai pemodal, merangkap pembuat minuman keras ilegal ini dan juga bertindak sebagai distributor,” katanya kepada wartawan.(Hery)

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru