Subang-Banjir lumpur di kawasan Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Sabtu (6/5/2023) tampaknya mulai berkurang setelah hujan reda. Namun sebagain warga dilokasi tersebut dibantu petugas mulai melakukan bersih bersih.
Meski demikian, warga di lokasi itu juga masih tampak bertahan ditempat pengungsian.
“Kita akan dirikan dapur umum untuk menampung bantuan logistik di lokasi pengungsian,”kata Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin pada wartawan.
Selain itu, kata Jajang, untuk membantu warga Petugas gabungan TNI Polri, Tagana, BPBD dan Relawan, diterjunkan kelokasi bencana untuk membersihan material lumpur yang masuk ke halaman rumah warga.
Mereka bahu membahu membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke pelataran rumah warga menggunakan alat seadanya.
Untuk keselamatan,lanjut Jajang, ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir dan longsor selain merendam halaman rumah juga merendam sebagain pasilitas umum pada sebelumnya. Seperti jalan desa membuat warga dan puluhan petugas gabungan harus disibukan membersihkan lumpur yang terbawa banjir.
“Akibat dilanda banjir sedikitnya sekitar 61 rumah dan 91 kepala keluarga serta 358 orang harus mengungsi,”ujarnya.
(Tim)







