Jakarta- Persoalan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, diantaranya adalah pengamen dan pak Ogah yang beroperasi dijalan Daan Mogot Kalideres semakin marak. Namun, meski demikian tampaknya belum ada upaya para pelaku itu untuk ditertibkan.
Seperti pengamen dijalan Daan Mogot KM 16, tepatnya dipintu masuk terminal bus Kalideres dekat pinggir kali Mookervart( pos Lantas) serta pak Ogah yang ada di persimpangan jalan Persaki dan pak ogah dipersimpangan jalan Sumur Bor, dimana mereka beroperasi seolah tanpa mengenal rasa takut untuk ditertibkan,
“Sudah biasa pak,saya cari uang disini persimpangan ini, yah namanya juga cari buat makan, mau gimana lagi, apalagi sekarang cari kerja susah,”ucap Cepi salah seorang pak ogah dipersimpangan Jalan Persaki Daan Mogot.
Dikatakan Cepi, profesinya sebagai pak ogah sehari pendapatan bisa mencapai 150 ribu, itupun dibagi berdua bersama temannya.
“Ya resikonya cuma dengan trantib, kalau ada trantib, ya terpaksa kita minggir, kecuali kalau ada razia ya kita kabur dari pada ditangkap dibawa ke kedoya,”ujarnya.
Sebelumnya diberitakan,
Pak Ogah dan pengamen kini sudah mulai marak di jalan Daan Mogot, Kalideres Jakarta Barat.
Menanggapi masalah ini, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Agus Irwanto mengatakan, penjangkauan perlu pelayanan kesejahteraan sosial sudah sering dilakukan dan menurutnya kegiatan itu sudah merupakan kegiatan rutin.
“Kalau itu menjadi kegiatan rutin tiap hari, namanya giat penjangkauan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS),ujarnya.
Namun saat dikonfirmasi terkait kapan untuk rencana pelaksanaan penertiban PPKS Agus tidak menjawab.(LM))







