slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Dua Anak Ditemukan Meninggal Akibat Tidak Mahir Berenang Tenggelam Dialiran Sungai Pekon Klaten Gading Rejo - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Dua Anak Ditemukan Meninggal Akibat Tidak Mahir Berenang Tenggelam Dialiran Sungai Pekon Klaten Gading Rejo

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 Juni 2022 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu Jurnalis Investigasi News. Com— Diduga tidak mahir berenang dua anak ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung pada Rabu (29/6/22) siang.

Korban diketahui bernama Abdul Halib (10) warga Pekon setempat dan Desta Valechia (7) warga Dusun Buluwangi Pekon Bulurejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat meminta izin kepada orang tuanya pergi mencari belut .

Diceritakan Kapolsek, Sekira pukul 12 siang, korban Abdul Halib pamitan kepada ibunya untuk mencari belut bersama Desta Valechia. Setelah beberapa jam pergi, kedua korban tidak kunjung pulang maka ibu korban cemas dan menyuruh suaminya, Eko Wahyudi, untuk mencari keberadaan korban.

Sekira pukul 15.00 Wib, Eko Wahyudi dengan dibantu beberapa warga mencari keberadaan korban disekitar aliran sungai Klaten dan kemudian menemukan dua pasang sandal jepit di bahu sungai. Eko Wahyudi pun mengenali bahwa salah satu pasang sandal jepit tersebut adalah milik Abdul Halib.

Baca Juga :  Forkopimcam Seteluk Gelar Rakor Percepatan Vaksinasi di wilayanya

Karena curiga anaknya tenggelam, kata Kapolsek meneruskan, maka saksi langsung nyebur dan menyelam kedasar kesungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter untuk mencari anaknya.

“Benar saja, tidak lama mencari saksi menemukan anaknya dalam posisi tenggelam didasar sungai, lalu langsung dievakuasi kepinggiran sungai,”ujar Kapolsek Gadingrejo saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (30/6/22) pagi.

Mengetahui salah satu korban berhasil ditemukan, beberapa saksi lainya kembali berupaya melakukan pencarian satu korban lain.

“Berselang tidak lama korban kedua (Desta Valechia) ditemukan tersangkut di bebatuan masih dialirkan sungai Pekon Klaten yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan korban Abdul Halib,” terang iptu Anwar Mayer.

Dijelaskan Kapolsek, Setelah kedua korban ditemukan, lalu jasad keduanya langsung dievakuasi kekediaman masing masing dan kemudian langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Wates.

Baca Juga :  DPW PWDPI Sumsel Salurkan 500 Karung Beras Bantuan Gubernur

“Dari jasad kedua korban petugas tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan dan kuat dugaan penyebab meninggalnya korban karena murni tenggelam,” jelasnya

Menurut Kapolsek hal itu dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan pihak kepolisian, bahwa kedua korban diketahui tidak mahir berenang.

“Keluarga Korban mengaku sudah menerima dan mengiklaskan kepergian korban serta menyatakan tidak bersedia dilakukan proses outopsi, maka jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,”ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolsek mengimbau, kepada warga masyarakat khususnya yang memiliki anak-anak untuk dilepas pengawasan. Selain itu meminta aparat terkait untuk memasang plang peringatan disepanjang aliran sungai.

“Kami ingatkan kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama yang berada disekitar aliran sungai. Kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali,”imbuhnya.


(YD/Humas)/𝙍𝙚𝙙

Berita Terkait

Pemuda Adat Watemun Berdiri Bersama Aparat, Wider Nurlatu Dukung Pengamanan Gunung Botak
Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda dan 3 Sajam Diduga Hendak Tawuran di Jaktim
Brimob Polda Metro Jaya Patroli Dini Hari di Jakbar, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:25 WIB

Pemuda Adat Watemun Berdiri Bersama Aparat, Wider Nurlatu Dukung Pengamanan Gunung Botak

Minggu, 6 September 2026 - 12:25 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda dan 3 Sajam Diduga Hendak Tawuran di Jaktim

Sabtu, 5 September 2026 - 19:39 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Patroli Dini Hari di Jakbar, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Berita Terbaru