Dukuhseti -๐๐๐ฟ๐ป๐ฎ๐น๐ถ๐ ๐๐ป๐๐ฒ๐๐๐ถ๐ด๐ฎ๐๐ถ ๐ก๐ฒ๐๐. ๐๐ผ๐บ–
Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi tahunan masyarakat di pesisir pantai utara Jawa Tengah,tepatnya di bulan Dzuqo’idah ( bulan Apit dalam sebutan orang Jawa ).
Yang menjadi tradisi dilakukan masyarakat Jawa sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil bumi dan usaha yang dilakukan.
Ritual sedekah bumi Dukuh Penggung Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati , berpusat di Makam Mbah Surgi Suro Wencono pada hari Sabtu( malam hari ),18/6/2022

Makam ( Punden )Mbah Surgi Suro Wencono terletak di tengah-tengah yang terhimpit ladang ,sawah dan hutan perhutani ,tepatnya di Dukuh Penggung Desa Pengung Kec.Dukuhseti Kab .Pati.
Kegiatan sedekah bumi dilakukan dengan ragam acara,di antaranya Pengajian ,Doa bersama ,sholawatan, dan karnaval.
Acara dimulai sehabis Mahrib,dengan pembacaan Tahlil dan di tutup dengan do’a .
Warga dari anak -anak sampai dewasa semua kalangan datang ,dengan membawa ambengan di kumpulkan jadi satu.
Setelah Ritual / Do’a adakan makan bersama
Sehingga terlihatan keakrapan dan kebersaan dari satu sama lain yang penuh dengan keceriaan.
Tidak ketinggalan selalu di adakan pentas pencat silat yang sudah menjadi tradisi turun temurun.
Yang pertama dengan pembukaan pencak manula ( yaitu pencak ciri khas Jawa dulu ).
Yang di susul pentas Pencak Silat Cempaka Putih.
Pencak Silat Cempaka Putih berpusat di Magetan Jawa Timur berdiri tahun 1074
Yang kini telah berkembang di seluruh Indonesia.
Pencak Silat merupakan Warisan leluhur dan warisan budaya bangsa yang harus di jaga dan di lestarikan
Siangnya harinya adakan karnaval dari anak-anak ,remaja ,bahkan sampai nenek – nenek dan kakek – kakek ikut ambil bagian untuk memeriahkan. Dari semua Rt masing – masing menampilkan berbagai ragam kesenian dan ciri khas masing – masing pungkas panitia.
Dalam acara sudah di susun jauh-jauh hari bentuk panitia agar pelaksanaan bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Semua bekerja sama yang melibatkan aparatur pemerintahan lapisan masyarakat dan tokoh masyarakat untuk penggalangan dana dan lain- lain demi terlaksana acara tsb.
Adapun acara pengajian dilaksanakan malam harinya sebelum hari ritual sedekah bumi yang bertempat di Makam Mbah Surgi Suro Wencono.
Dalam acara pengajian di hadiri kepala desa Ngagel bp.Suwardi yang telah menjabat dua periode
Yang selalu ambil bagian setiap ada kegiatan masyarakat.
Berkat kepemimpinan beliau dukuh Penggung desa Ngagel jalan ,pju,dan fasilitas lain di perhatikan,sampai makam umum sekarang dibuatkan taman yang di hiasi dengan lampu- lampu dan penerangan jalan umum,adapun taman namakan Taman Poh Gading ,sehingga kalau lewat warga Penggung sudah tidak merasa takut dan lebih nyaman.
Kepala Desa Ngagel yang punya Visi dan misi ( mbangun deso dadi kuto dalam bahasa jawa dalam pidatonya ).
Hadir pula Bhabinkamtibmas,Binmas,serta staf desa ,Sekdes, Kami Tuo,Bayan, BPD dan staf yang lainnya.
Keamanan yang di pandu oleh anggota Bunser dan pemuda setempat.
Tradisi sedekah bumi merupakan ajang silaturahmi dan berkumpul warga tahunan yang tak terpisahkan.
Bisa berbagi rezeki,mengenal dan mengenang budaya bangsa.
Menghormati dan menghargai leluhur atas pengorbanan dan kecerdasannya.
Tanpa leluhur tentu kita tak pernah ada,melalui tanda syukur menjadikan manusia ingat keterbatasan kemampuan serta makin taat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Panitia ,tokoh masyarakat berpesan dengan acara sedekah bumi ini ,menjadikan rasa kebersamaan sifat gotong royong yang sudah menjadi tradisi nenek moyang ,serta jaga persatuan dan kesatuan kita semua. Kita doa bersama walaupun pandemi sudah mulai usai tetap waspada jaga kesehatan
dan protokol kesehatan ,sehingga kita bisa beraktivitas normal kembali seperti yang terdahulu pungkasnya.
Tio /๐ฟ๐ฒ๐ฑ







