Jakarta-Untuk umat muslim yang akan hijrah, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, saat ini mengadakan program hapus tato bagi masyarakat。
Program hapus tato yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta, tampaknya banyak diminati oleh para peserta yang akan menghapus tato miliknya。
Salah satunya adalah LEA, yang memiliki sejumlah tato di tubuhnya. Tato pertama berada di lengan kiri, kemudian di leher, serta di bagian bahu.
Lea datang ke kantor Walikota Jakarta Timur, tujuannya untuk menghapus tato yang ada dibagian tubuhnya.
“Saya datang kesini mau hapus tato saya. Tato ini mau saya hapus,karena amanah pesan terakhir dari almarhumah ibu lantaran tidak menyukai tato ini sebelum meninggal.Ya saran dari teman untuk menghapus tato ini juga ada, “kata Lea.
Lea mengaku dirinya datang ke acara penghapusan tato secara gratis ini, awalnya tanpa di segaja.
“Ya kebetulan pas saya lewat,liat, terus liat acara itu. Ya saya langsung tertarik untuk ikut menghapus tato di bagian leher dan tangan saya ini,” tuturnya, sambil menjelaskan tato yang menghiasi tubuhnya sudah 22 tahun.
Sementara itu,Walikota Jakarta Timur Iin Mutmainah mengatakan kegiatan penghapusan tato itu diselenggakan diadakan oleh Badan Amil Zakat/Badan Zakat Infak Sedekah (Baznas/Bazis) DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
“Jadi hari ini Jakarta Timur. Safari (hapus tatio) ini dilakukan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta di lima kota dan satu kabupaten. Kebetulan ini di Jakarta timur ada 167 peserta hapus tato yang daftar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainnah di sela-sela kegiatan hapus tato itu.
Jumlah tersebut meningkat dengan jumlah peserta hapus tato pada 2024 sebanyak 124 orang.
Menurut dia, program yang disediakan Baznas/Bazis ini sebagai fasilitas untuk umat Muslim yang ingin hijrah. Kegiatan ini sudah dilakukan dalam empat tahun terakhir baik di tingkat kota ataupun tingkat provinsi.
“Iya rutin setiap Ramadhan, dan ini saya hitung dari 2021, sudah masuk tahun keempat diselenggarakan,” ujar Iin.
Menurut Iin, program ini bisa menjadi salah satu pendorong masyarakat untuk lebih semangat membayar zakat agar manfaatnya bisa kembali ke masyarakat lagi.
“Kegiatan ini bersumber dari zakat infaq dari masyarakat Jakarta Timur yang diberikan kepada orang yang berhak menerima. Ayo kita tingkatkan zakat di Jakarta Timur agar kembali lagi manfaatnya,” ujarnya(Leman)







