slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Rekan Indonesia Copot Menkes, Jangan Tutupi Kegagalan Data dengan Menyalahkan Rakyat - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Rekan Indonesia Copot Menkes, Jangan Tutupi Kegagalan Data dengan Menyalahkan Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta jurnalisinvestigasinews.com —  Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, mendesak Presiden segera mencopot Menteri Kesehatan setelah muncul pernyataan yang mencontohkan pemilik kartu kredit limit Rp 20 juta sebagai tidak layak menerima BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

 

Agung menilai pernyataan tersebut mencerminkan kegagalan membaca akar persoalan jaminan sosial, sekaligus berpotensi menyudutkan warga atas kekacauan sistem pendataan pemerintah.

 

“Ini bukan soal kartu kredit. Ini soal data negara yang tidak beres. Jangan kegagalan sistem ditutup dengan narasi seolah-olah rakyat yang bermasalah,” kata Agung dalam keterangan resminya, Selasa (10/2).

 

Menurut dia, peserta PBI ditetapkan melalui mekanisme administratif resmi, mulai dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), verifikasi Badan Pusat Statistik, hingga rekomendasi pemerintah daerah. Dengan demikian, kesalahan sasaran merupakan konsekuensi dari lemahnya tata kelola data, bukan tindakan sepihak masyarakat.

Baca Juga :  Seorang ibu Menangis Karena Kendaraannya Diangkut Petugas

 

“Negara yang menentukan status PBI. Kalau ada ketidaktepatan, berarti negara gagal memastikan akurasi dan pembaruan datanya. Itu tanggung jawab pemerintah, bukan rakyat,” ujarnya.

 

Agung menyebut persoalan integrasi data sosial di Indonesia sudah lama menjadi catatan. Pembaruan data tidak berjalan cepat, sinkronisasi antar-lembaga belum optimal, dan perubahan kondisi ekonomi warga sering tidak tercatat secara berkala.

 

“Masalahnya struktural. Data kemiskinan tidak sepenuhnya dinamis. Integrasi dengan data pajak, perbankan, dan kependudukan belum solid. Tetapi yang muncul di ruang publik justru ilustrasi yang menyudutkan warga. Ini berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Polres Pemalang Musnahkan Ribuan Miras dan Obat Keras Hasil Penindakan Pekat

 

Ia juga menekankan bahwa limit kartu kredit tidak otomatis merepresentasikan kesejahteraan aktual. Tanpa verifikasi menyeluruh dan integrasi data lintas sektor, penggunaan indikator tunggal dinilai berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru.

 

Karena itu, Rekan Indonesia meminta Presiden melakukan evaluasi kepemimpinan di Kementerian Kesehatan.

 

“Jika menteri tidak mampu membedakan antara persoalan sistem dan individu, serta memilih membangun framing yang menyalahkan rakyat, maka pencopotan menjadi langkah yang rasional. Jabatan publik tidak boleh dipertahankan jika yang dikorbankan adalah keadilan sosial,” kata Agung.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Pemuda Adat Watemun Berdiri Bersama Aparat, Wider Nurlatu Dukung Pengamanan Gunung Botak
Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda dan 3 Sajam Diduga Hendak Tawuran di Jaktim
Brimob Polda Metro Jaya Patroli Dini Hari di Jakbar, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:25 WIB

Pemuda Adat Watemun Berdiri Bersama Aparat, Wider Nurlatu Dukung Pengamanan Gunung Botak

Minggu, 6 September 2026 - 12:25 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda dan 3 Sajam Diduga Hendak Tawuran di Jaktim

Sabtu, 5 September 2026 - 19:39 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Patroli Dini Hari di Jakbar, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Berita Terbaru