Oleh: Muchlis Hassan,
” Bangsa ini penakut, karena tidak berani menindak yang salah.” (alm Gus Dur).
” Bahwasanya kita semua sangat meyakini betul bangsa yang besar adalah bangsa yang pemberani, berani berjuang untuk rakyat, berani berjuang untuk kebenaran, berani berjuang dan mati untuk rakyat bangsa dan negara ini, kita jangan jadi bangsa penakut atau bangsa yang mudah untuk ditakut-takuti, kalau kita takut maka kita akan lemah, kalau kita lemah akan amat mudah dihancurkan.” Begitulah sepenggal orasi Prabowo ketika berkampanye di Jawa Timur pada pemilihan presiden 2024 dua tahun lalu.
Kepemimpinan presiden Prabowo dalam kurun dua tahun ini telah memberikan dampak yang sangat signifikan dalam hal pemberantasan korupsi dan kasus-kasus lainnya. Meskipun masih ada pihak-pihak yang nyinyir, namun faktanya gerakan Presiden tersebut mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Indonesia.
Pada tahun pertama pemerintahannya, Presiden Prabowo telah menghemat APBN yang terindikasi diselewengkan, juga pada awal tahun 2025 pemerintahan yang dipimpinnya mampu menyelamatkan 300 triliun lebih dari APBN.
“Karena itu, saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di semua lembaga eksekutif dan pemerintah. Itulah sebabnya pada awal tahun 2025 ini, kami telah identifikasi dan telah selamatkan Rp 300 triliun dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan,” ujar Prabowo.
Ketegasan serta keberanian mantan danjen kopassus tersebut telah menggerus pundi-pundi oligarki yang selama ini dibekengi para pejabat tinggi, mereka-mereka yang selama puluhan tahun mengais rezeki dari uang rakyat kini mulai merasakan rasa takut yang luar biasa. Presiden Prabowo sadar betul konsekuensi dari kebijakannya tersebut akan mendapat perlawanan balik, namun dirinya tidak gentar sedikitpun.
Prabowo sangat percaya kepemimpinan yang baik dan benar akan selalu mendapatkan dukungan dari rakyat, meskipun ada saja pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi rakyat agar tidak percaya pada pemerintah yang dipimpinnya.
Bahkan dengan sedikit bercanda dia menyindir pihak yang mencoba mempengaruhi rakyat dengan cara melakukan unjuk rasa atau demo mendukung koruptor. “Gue heran di Indonesia ada demo mendukung koruptor, tuh gue heran,” katanya.
Selain tekanan dari dalam negeri sendiri, Prabowo mensinyalir ada pihak luar yang mencoba memperkeruh dan menakut-nakuti bangsa Indonesia, bekerjasama dengan beberapa media didalam negeri mereka mencoba membangun serta menggiring opini bahwa program pemerintahannya hanya menghamburkan uang saja.
Program hilirisasi energi kita banyak di protes oleh negara-negara luar, program ketahanan pangan kita dicibir negara luar, padahal yang dilakukan pemerintah semuanya demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
“Masa depan kita gemilang, masa depan kita bagus. Kalau ada yang menakut-nakuti rakyat, jangan terlalu didengarkan,” tegas Prabowo
“Jangan-jangan mereka itu antek-antek bangsa asing yang selalu mau Indonesia miskin. Itu dari dulu (upaya menakuti), mereka selalu menggarong kekayaan kita,” ungkapnya.
Prabowo menyatakan dengan sangat tegas, dalam kepemimpinan dirinya tidak ada yang kebal hukum, yang salah harus menerima ganjarannya. Rakyat kita sudah cerdas jangan lagi digunakan sebagai alat untuk melawan pemerintah.







