Oleh : Ustadz Solihin MK (Sekretaris MS3G Kecamatan Jatinegara)
Mengapa peredaran narkoba di negeri ini semakin sulit diberantas, meskipun sudah banyak upaya hukum dilakukan? Jawabannya sederhana namun menyakitkan: karena korupsi pun masih tumbuh subur di mana-mana.
Kedua masalah besar ini bukanlah hal yang terpisah. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang sama—kejahatan yang merusak akhlak, merugikan negara, dan menghancurkan masa depan bangsa. Narkoba merusak fisik dan pikiran manusia; korupsi merusak kepercayaan, aturan, dan sistem kehidupan bernegara. Keduanya saling menguatkan: uang hasil narkoba dipakai untuk menyuap, sementara kekuasaan yang dikorupsi dipakai untuk melindungi peredaran barang terlarang itu.
Yang paling memprihatinkan, budaya korupsi ini sudah tidak lagi mengenal batas kedudukan atau lingkungan. Penyelewengan wewenang dan ketidakjujuran sudah menjalar luas—mulai dari tingkat pemerintahan tertinggi hingga lingkungan Rukun Tetangga di tempat kita tinggal. Bahkan, tidak jarang ditemukan orang yang tampak taat beribadah pun terjerat perbuatan tercela ini. Korupsi ada di mana-mana: dari yang bersejadah hingga yang haram jadah.
Selama kita masih membiarkan ketidakjujuran tumbuh di sekeliling kita, upaya memutus rantai narkoba tidak akan pernah tuntas. Penegakan hukum saja tidak cukup tanpa pemulihan nilai moral dan ketakwaan.
Melalui wadah Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan (MS3G) se-Kecamatan Jatinegara, kami mengajak seluruh elemen masyarakat—ulama, pemimpin pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga warga biasa—untuk bergerak bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri: jujur dalam setiap tindakan, menjaga amanah, dan berani menolak segala bentuk penyimpangan. Hanya dengan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, kita bisa benar-benar menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dan kehancuran akhlak.







