slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Mengurangi Emisi dengan Memasukan ke Dalam Udara, Berdampak Rusaknya Lapisan Bumi - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Mengurangi Emisi dengan Memasukan ke Dalam Udara, Berdampak Rusaknya Lapisan Bumi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 30 September 2024 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Staf ahli Menko Perekonomian, Musdhalifah Mahmud menegaskan untuk mengurangi Emisi atau pencemaran udara, yang dihasilkan dari kegiatan manusia yang masuk dimasukan kedalam udara bisa mengakibatkan rusaknya lapisan bumi (global warning).

 

Hal ini disampaikan Musdhalifah dalam seminar Nasional Carbon Trading di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Senin (30/9/2024).

 

Diketahui, acara ini diselenggarakan dalam rangka kerjasama antara Kementerian Kordinator Perekonomian RI dengan PT. Daya Mitra Bersama Global (DMBG).

 

“Sedangkan emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, Solar, LPJ dan bahan bakar lainnya, atau emisi karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfir,” tuturnya.

 

Musdhalifah berkata, sering dengan kemajuan teknologi Carbon Trading atau perdagangan karbon adalah mekanisme jual beli kredit karbon yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (grk) serta dilakukan dengan cara memperdagangkan izin emisi atau unit karbon di pasar.

Baca Juga :  Babinsa 07 kodim 0104 Kerja Bhakti Dalam Pembangunan Masjid Al- Iklas

 

Kemudian, di dunia saat ini sudah ada sistem perdagangan karbon seperti, European Union ETS, New Zealand ETS, Japan Voluntary Emission Trading System (J-VETS), Regional Greenhous Gas Initiative (RGGI). Sedangkan di indonesia perdagangan karbon di atur melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK).

 

“Acara yang digelar akan menjadi manfaat untuk masyarakat seluruh Indonesia,” ujar dia.

 

” Supaya manfaatnya betul betul untuk rakyat kita, jadi bukan hanua medos kita yang dimanfaatkan, tapi sumber daya manusia ada juga bisa memanfaatkan, jadi dari rakyat untuk rakyat,” masih, Musdhalifah.

Baca Juga :  Saka Adyasta Pemilu Dibentuk, Nanda Harap Kontribusi Nyata Pramuka dalam Pemilu 2024

 

Sementara itu, Direktur utama Daya Mitra Bersama Global dan juga penyelenggara seminar, Benny Bernadus menjelaskan, Seperti apa yang disampaikan ibu Msudhalifah sama halnya, kita memang mempersiapkan skill hidrolite, mainset kepada para pemangku kepentingan bagaimana kita menghadapi dalam carbon trading ini,” kata Benny.

 

Lebih lanjut, kita mempersiapkan SDM yang tangguh supaya bakal bisa menghitung sendiri, memvitigasi, mensertifikasi dan juga mengadakan perdagangan tersebut.

 

Ini merupakan aset penting, karena waktu dahulu kita membuat penghijauan, membuat reboisasi, tidak kelihatan tidak bisa diperdagangkan, tetapi sekarang lahan lahan kita bisa disertifikasi dan bisa menjual untuk kemakmuran rakyat kita,” pungkas Benny.

 

Berita Terkait

The moon might have had a heavy metal atmosphere with supersonic winds
The blue wings of this dragonfly may be surprisingly alive
Petunias spread their scent using pushy proteins
Horse version of ‘Who’s your daddy?’ answered
Getting a flu ‘shot’ could soon be as easy as sticking on a Band-Aid
Gecko-inspired robot grippers could grab hold of space junk
Carved human skulls found at ancient worship center in Turkey
Chronic flu patients could be an early warning system for future outbreaks
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 September 2024 - 20:03 WIB

Mengurangi Emisi dengan Memasukan ke Dalam Udara, Berdampak Rusaknya Lapisan Bumi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 18:51 WIB

The moon might have had a heavy metal atmosphere with supersonic winds

Kamis, 24 Agustus 2023 - 18:51 WIB

The blue wings of this dragonfly may be surprisingly alive

Rabu, 23 Agustus 2023 - 18:51 WIB

Petunias spread their scent using pushy proteins

Selasa, 22 Agustus 2023 - 18:51 WIB

Horse version of ‘Who’s your daddy?’ answered

Berita Terbaru