slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Mengapresiasi Pesan Pertama Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei. - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Mengapresiasi Pesan Pertama Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute.

 

Pesan pertama yang disampaikan Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei kepada rakyat Iran menarik perhatian luas di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Pesan tersebut tidak hanya berisi seruan moral kepada rakyat Iran, tetapi juga menegaskan pentingnya keteguhan nasional, persatuan rakyat, serta keberanian mempertahankan kedaulatan negara di tengah berbagai tekanan internasional.

 

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei membuka pesan dengan menyampaikan penghormatan kepada rakyat Iran yang dinilainya tetap teguh menghadapi berbagai tantangan sejarah. Ia menilai ketahanan rakyat menjadi faktor utama yang menjaga keberlangsungan negara dalam menghadapi tekanan politik, ekonomi, maupun militer.

 

“Salam dan penghormatan kepada kalian, rakyat yang berani dan beriman, yang pada hari-hari paling sulit dalam sejarah negeri ini mempertahankan martabat dan kemerdekaan negara dengan kesabaran, iman, dan keteguhan.”

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada struktur negara atau kekuatan militer semata, tetapi juga pada ketahanan sosial dan kesadaran kolektif masyarakatnya.

 

Sejak terjadinya Iranian Revolution, Iran telah menghadapi berbagai bentuk tekanan internasional, mulai dari sanksi ekonomi, pembatasan diplomatik, hingga dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam konteks tersebut, pesan Mojtaba Khamenei dipandang sebagai upaya memperkuat semangat nasional sekaligus menjaga stabilitas sosial di dalam negeri.

Baca Juga :  Hari Air Sedunia: Aktivis AMI Ajak Masyarakat Jaga Air sebagai Sumber Kehidupan

 

Dalam pesannya, ia juga menyinggung pentingnya mengenang pengorbanan para syuhada yang dianggap sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Iran. Menurutnya, memori kolektif atas pengorbanan tersebut menjadi sumber moral bagi rakyat untuk tetap bertahan dalam menghadapi tekanan.

 

“Di hari-hari ketika musuh-musuh Islam dan Iran berusaha mematahkan kehendak bangsa kita melalui berbagai serangan dan konspirasi, kenangan para syuhada tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan perlawanan dan keteguhan.”

 

Pesan tersebut menunjukkan bagaimana narasi sejarah dan pengorbanan nasional digunakan sebagai landasan moral untuk memperkuat solidaritas rakyat. Dalam banyak negara yang mengalami tekanan geopolitik berkepanjangan, memori kolektif semacam ini sering menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan nasional.

 

Mojtaba Khamenei juga menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengabaikan haknya untuk mempertahankan diri dari berbagai bentuk agresi. Ia menyampaikan bahwa pengorbanan yang telah terjadi tidak boleh dilupakan, dan negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyatnya.

 

“Darah suci para syuhada tidak akan pernah dilupakan, dan Republik Islam Iran tidak akan melepaskan hak rakyatnya untuk memberikan jawaban terhadap kejahatan dan agresi.”

 

Selain itu, Mojtaba Khamenei menekankan pentingnya menjaga persatuan rakyat sebagai fondasi utama menghadapi berbagai tantangan. Ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik yang tegang sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan perpecahan di dalam negeri.

Baca Juga :  Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia "PWDPI"Sukses Menggelar RAPIMNAS Dan DEKLARASI AWARD Pertama Dilampung

 

“Saya meminta seluruh rakyat besar Iran untuk tetap bersatu, menjaga solidaritas, dan tidak membiarkan musuh memanfaatkan situasi yang ada.”

 

Seruan tersebut mencerminkan pandangan bahwa stabilitas politik dan sosial merupakan syarat penting bagi sebuah negara untuk menghadapi tekanan dari luar. Tanpa persatuan nasional, berbagai tekanan eksternal berpotensi memicu ketidakstabilan domestik.

 

Pada bagian akhir pesannya, Mojtaba Khamenei menyampaikan keyakinannya bahwa Iran akan mampu melewati berbagai tantangan yang dihadapi dengan kehormatan. Ia menekankan bahwa kekuatan rakyat, institusi negara, serta dukungan dari bangsa-bangsa yang menjunjung kedaulatan akan menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi global.

 

“Iran Islam, dengan iman rakyatnya, kekuatan angkatan bersenjatanya, serta dukungan bangsa-bangsa merdeka dunia, akan melewati tahap ini dengan kehormatan.”

 

Secara keseluruhan, pesan pertama Mojtaba Khamenei dapat dipahami sebagai kombinasi antara seruan moral, penguatan identitas nasional, dan penegasan politik mengenai pentingnya mempertahankan kedaulatan negara. Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, pesan tersebut mencerminkan bagaimana sebuah bangsa berupaya menjaga stabilitas internal sekaligus menegaskan posisinya dalam percaturan internasional.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis
Kepanikan Politik di Balik Narasi “Aksi Mahasiswa Ditunggangi Elite”
Memaknai Kembali Pancasila: Dari Simbolisme Menuju Substansi Kebangsaan
8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto
Wajib Belajar 13 Tahun Resmi Dicanangkan, Negara Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini
RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah
Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam
Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:20 WIB

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 15 Juni 2026 - 21:36 WIB

Kepanikan Politik di Balik Narasi “Aksi Mahasiswa Ditunggangi Elite”

Senin, 1 Juni 2026 - 16:57 WIB

Memaknai Kembali Pancasila: Dari Simbolisme Menuju Substansi Kebangsaan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:44 WIB

8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto

Sabtu, 18 April 2026 - 09:39 WIB

Wajib Belajar 13 Tahun Resmi Dicanangkan, Negara Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini

Berita Terbaru

Kebijakan publik

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:20 WIB