Oleh: Muchlis Hassan
Peran Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dinilai semakin strategis dalam menjaga stabilitas politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kemampuan komunikasi politik yang dimiliki Dasco terbukti mampu menjembatani kebuntuan antara pemerintah dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah. Sejumlah pertemuan antara Presiden Prabowo dengan tokoh-tokoh seperti Said Didu, Refly Harun, hingga Jenderal (Purn) Soenarko disebut tidak lepas dari peran aktif Dasco.
Berdasarkan berbagai tayangan yang beredar di media sosial, Presiden Prabowo terlihat menikmati diskusi tersebut. Bahkan, sejumlah tokoh yang awalnya bersikap kritis mengaku terkesan setelah berdialog langsung, termasuk pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo.
Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Dasco dinilai telah memainkan peran sebagai “playmaker” dalam dinamika politik nasional. Dengan pendekatan komunikasi yang fleksibel dan adaptif, ia mampu membaca arah dan ritme politik, sekaligus menjaga ruang dialog tetap terbuka.
Kondisi politik nasional pun relatif kondusif. Narasi konflik antar elite partai yang sebelumnya kerap muncul kini cenderung mereda. Bahkan, hampir tidak terlihat adanya kekuatan politik yang secara tegas memosisikan diri sebagai oposisi. Hal ini dinilai tidak terlepas dari peran Dasco, serta gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang mengedepankan pendekatan merangkul.
Dalam praktiknya, Dasco tidak hanya berperan sebagai penghubung komunikasi, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas. Ia dinilai mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan terhadap legitimasi pemerintah dengan pendekatan yang terukur.
Strategi yang digunakan bahkan dianalogikan seperti taktik dalam sepak bola, yakni “man-to-man marking”, di mana pendekatan dilakukan secara langsung terhadap individu-individu yang berpotensi mengganggu stabilitas politik. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membatasi ruang gerak pihak-pihak tertentu.
Namun demikian, strategi tersebut juga memiliki tantangan, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo, potensi serangan politik melalui berbagai kanal, termasuk media, diperkirakan akan semakin meningkat.
Untuk itu, diperlukan penguatan strategi dengan mengombinasikan pendekatan “man-to-man marking” dan “zone marking” guna memperluas jangkauan pemantauan serta menjaga stabilitas politik secara menyeluruh.
Dengan peran dan strategi yang dijalankan, Dasco dinilai masih akan menjadi salah satu figur kunci dalam menjaga kesinambungan dan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo ke depan.
Penulis : Syahrudin akbar







