slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kooperatif, Warga Desa Tamansari Penuhi Panggilan Polres Pesawaran - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kooperatif, Warga Desa Tamansari Penuhi Panggilan Polres Pesawaran

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 7 Februari 2024 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Lampung – Polres Pesawaran melakukan panggilan Klarifikasi terhadap masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggugat Tanah Tanjung Kemala di Desa Tamansari, yang selama ini dikelola PTPN 7 Unit Usaha Way Berulu tanpa Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), panggilan tersebut didasari dari Laporan Khusus Intel Polres Pesawaran, dengan Nomor : R/Lapsus-01/I/2024/Sat Intelkam, dengan nomor panggilan B/215/I/RES.1.24/2024

Secara kooperatif serta taat hukum pihak masyarakat yang dipanggil datang untuk memenuhi panggilan guna mengklarifikasi terkait hal-hal yang dipersoalkan oleh Pihak Intel Polres Pesawaran, kendati seperti diketahui, bahwa PTPN 7 sendiri mengelola Perkebunan dilahan seluas 329 Hektar tanpa Surat HGU, hal tersebut didasari dengan surat resmi dari TIM Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Pesawaran. Adapun panggilan tersebut mempersoalkan adanya Bangunan, yang sebenarnya merupakan kantor Kelompok Tani dan mempersoalkan terkait penanaman yang dilakukan Ratusan masyarakat di lahan 329 Hektar yang terletak di Desa Tamansari. Selasa, (06/02/2024).

Baca Juga :  Bergerak Cepat Polres Pringsewu dan Polda Lampung Berhasil Membekuk Pelaku Pencurian Kurang Dari 24 Jam

Ketiga orang yang dimintai Klarifikasi tersebut didampingi Tim Kusa Hukum serta didampingi Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB). Tim Kuasa Hukum Fabian Bobi menerangkan bahwa ada 15 sampai 16 pertanyaan yang diajukan penyidik terkait panggilan klarifikasi tersebut.

“Iya, inti dari pemeriksaan tadi ada 15 sampai 16 pertanyaan yang berisi tentang penguasaan dari pada Tanah dan Bangunan, itu tujuannya untuk apa. Iya pada dasarnya Tanah dilokasi tersebut awalnya memang milik masyarakat dan sekarangpun setelah masyarakat tau bahwa tanah tersebut tidak bersurat dan tidak ber status HGU masyarakat menuntut, karena memang tanah itu dulunya Tanah Adat, jadi mereka meminta dikembalikan kepada masyarakat Adat”. Ujarnya.

Baca Juga :  Polres Sukoharjo Berikan Binlat Penerimaan Polri, Peserta Terlihat Antusias

Sementara itu Saprudin Tanjung Ketua Harian Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu, merasa senang terhadap panggilan tersebut dan agar semua pihak tau duduk persoalannya.

” Kalau saya sangat senang ya dengan adanya panggilan Klarifikasi kepada beberapa masyarakat ini, agar semua pihak juga tau duduk persoalannya seperti apa” Ungkapnya.

Saprudin Tanjung juga berharap pihak Aparat penegak Hukum untuk dapat Netral dalam menangani perkara yang melibatkan masyarakat dengan PTPN7 dan meminta agar Laporannya segera ditindaklanjuti .

” Saya berharap kepada penegak hukum untuk dapat berdiri Netral dalam menangani permasalahan ini, Apa yang sudah kami laporkan juga harus segera ditindaklanjuti, Tutupnya.

Tiem/red

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru