slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Gerakan Nasional Revolusi Putih PS08: Seruan Mendukung Kepemimpinan Presiden - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Gerakan Nasional Revolusi Putih PS08: Seruan Mendukung Kepemimpinan Presiden

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muchlis Hassan

Ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanat rakyat dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola pemerintahan. Kebijakan yang diambil pemerintah disebut telah menyasar berbagai praktik yang merugikan keuangan negara.

Sejumlah pengamat menilai, langkah tegas tersebut berpotensi menimbulkan dinamika, termasuk respons dari pihak-pihak yang terdampak oleh kebijakan penegakan hukum.

Dalam konteks tersebut, Ketua Gerakan Revolusi Putih Prabowo Subianto (GRP-PS08), Muchlis Hassan, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga stabilitas kepemimpinan nasional di tengah berbagai tantangan.

Baca Juga :  Dihadapan Presiden Jokowi, Kapolri Ungkap Makna Dibalik Tema HUT Bhayangkara ke-76

Ia menilai, terdapat kemungkinan munculnya berbagai upaya yang dapat memengaruhi jalannya pemerintahan, baik melalui tekanan politik maupun opini publik. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mendukung proses pemerintahan yang berjalan sesuai dengan konstitusi.

Menurut Muchlis, pemberantasan korupsi memerlukan komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa, termasuk aparat penegak hukum dan pejabat negara, agar prinsip kesetaraan di hadapan hukum dapat ditegakkan secara konsisten.

Sementara itu, ulama Betawi, Syukron Makmun, dalam pernyataannya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan berintegritas dalam menghadapi persoalan korupsi yang dinilai masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Baca Juga :  Kapolri Intruksikan Jajaran Bekerjasama Dengan Media Guna Sosialisasi Rekayasa Lalin dan Rest Area

Ia mengimbau masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral serta doa agar kepemimpinan nasional dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi bangsa.

Menurutnya, momentum pemerintahan saat ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, dinilai mencerminkan harapan terhadap terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan berintegritas di masa mendatang.

Berita Terkait

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan
NARKOBA DAN KORUPSI, DUA PENYAKIT YANG SALING MENGUATKAN
Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos
Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis
Kepanikan Politik di Balik Narasi “Aksi Mahasiswa Ditunggangi Elite”
Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:34 WIB

MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:45 WIB

NARKOBA DAN KORUPSI, DUA PENYAKIT YANG SALING MENGUATKAN

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:20 WIB

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Hukum & Hak Asasi Manusia

Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM

Senin, 29 Jun 2026 - 09:26 WIB