slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Apabila Jalur Tambang Dibuka akan Menuai Permasalahan Baru - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Apabila Jalur Tambang Dibuka akan Menuai Permasalahan Baru

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR jurnalisinvestigasinews.com – Rencana pembukaan kembali jalur tambang di wilayah Bogor Barat menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia Regional Gunung Gede Pangrango Halimun Salak (FK3I Gedepahala) menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan baru, khususnya dari sisi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Ketua FK3I Gedepahala, Ligar, S.R., menyampaikan bahwa pembukaan jalur tambang berisiko memperluas aktivitas galian C yang dapat berdampak pada kerusakan alam secara masif. Hal itu disampaikannya pada Selasa (5/5/2026), sebagai bentuk keprihatinan terhadap potensi dampak ekologis yang ditimbulkan.

Menurutnya, aktivitas pertambangan seharusnya tidak dilakukan di kawasan sensitif seperti hutan, sempadan sungai, maupun wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi.

“Apabila jalur tambang kembali dibuka, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin luas. Karena itu, perlu kajian yang lebih mendalam terkait lokasi dan dampak jangka panjangnya,” ujar Ligar.

Baca Juga :  Puan Sampaikan Pesan Forum Parlemen di KTT ASEAN, dari Soal Perdamaian Hingga Ekonomi Hijau

Ia juga menyoroti bahwa aktivitas galian C kerap meninggalkan persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya dipulihkan. Oleh karena itu, pengawasan dari pemerintah dinilai harus dilakukan secara ketat, baik pada tahap perizinan, operasional, hingga pasca tambang.

“Aktivitas penambangan seringkali berakhir dengan kerusakan lingkungan. Maka pengawasan harus diperkuat agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam aksi yang digelar di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, pada Senin (4/5/2026), sejumlah massa dari wilayah Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg menyuarakan aspirasi terkait jalur tambang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor turut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar pembukaan kembali jalur tambang dapat dipertimbangkan.

Baca Juga :  Baru 4 Hari Bebas, Pemuda Asal Tanggamus Kembali Ditangkap Polisi Karena Terlibat Curanmor

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan khusus tambang di wilayah Bogor Barat dapat rampung pada 2026. Proyek tersebut direncanakan melintasi tiga wilayah, yakni Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.

“Target kami tahun 2026 pembebasan lahan selesai 100 persen, sehingga tahapan pembangunan fisik dapat segera dimulai. Saat ini prosesnya sudah memasuki tahap penetapan lokasi dan telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengesahan,” ujar Bupati Bogor.

Menyikapi hal tersebut, FK3I Gedepahala berharap pemerintah dapat mempertimbangkan secara komprehensif seluruh dampak yang mungkin timbul, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap kebijakan pembangunan yang bersinggungan langsung dengan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos
Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar
Sudah Inkrah Putusan MA, Bosowa Asuransi Mangkir Bayar Klaim PT Adiyaksa Nusantara Jaya
Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan
Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Korem 052/Wijayakrama Resmikan Rehabilitasi Panti Asuhan Ponpes Darussalamah Assalimah, Wujud Nyata Kepedulian TNI bagi Generasi Muda
DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:14 WIB

Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:14 WIB

Sudah Inkrah Putusan MA, Bosowa Asuransi Mangkir Bayar Klaim PT Adiyaksa Nusantara Jaya

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:09 WIB

Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:02 WIB

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan

Berita Terbaru

pariwisata

Lahan Belom Tak Jelas, Ratusan Warga Kapuk Turun Jalan Bakar Ban

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:29 WIB

Kebijakan publik

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:20 WIB