slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Gajah Mati di Desa Sri Mulya kecamatan Penareun Kabupaten Aceh Timur - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Gajah Mati di Desa Sri Mulya kecamatan Penareun Kabupaten Aceh Timur

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Kini seekor gajah betina ditemukan mati pada area perkebunan warga masyarakat di Dusun Rukun Makmur Gampong Sri Mulya Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur pada hari ini Sabtu, (15/10/2022) pagi tadi.

Sedangkan menurut informasi adanya gajah mati tersebut kaplres Aceh Timur melalui Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, SH. bersama sejumlah anggotanya beserta personel Koramil 01/PNR penarun Perangkat Gampong Srimulya dan Forum Konservasi Leuser (FKL) mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan.

“Sedangkan setibanya di lokasi anggota plsek penarun langsung memasang garis polisi serta mengamankan TKP sambil menunggu Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.” kata Kapolsek.

Baca Juga :  Forum Lalu lintas Kabupaten Pringsewu Menggelar Rapat Kordinasi

Setelah tim dari BKSDA Aceh tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan melalui alat nekropsi terhadap bangkai gajah untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut katanya.

“Untuk keterangan senentara dari keterangan drh. julius dan drh. Mahmudi yang melakukan nekropsi menyimpulkan bahwa gajah betina tersebut mati diduga disebabkan memakan bahan yang mengandung racun dan diperkirakan waktu kematian lebih kurang 2 hari atau 3 hari yang lalu sudah. Untuk kepentingan uji laboratorium tim dokter dari BKSDA mengambil beberapa organ tubuh dari gajah tersebut untuk yang umurnya lebih kurang dari 6 sampai dengan 7 tahun tersebut,” kata Kapolsek.

Baca Juga :  Bupati Pesawaran Lantik Pj. Kepala Desa Pujodadi

Sementara itu dugaan 150 meter dari lokasi gajah mati tersebut terdapat sebuah gubuk madyarakat untuk menyimpan pupuk dan racun (pestisida) oleh si pemilik kebun.

“Sementara itu sedangkan dinding dari gubuk terbuat dari kayu papan, kondisinya yang sudah rusak. Besar kemungkinan dirusak oleh gajah yang mati itu. Kemudian dengan menggunakan belalainya gajah itu memakan sebagian dari pupuk dan pestisida tersebut sehingga mengakibatkan kematian gajah yersebut.” jelas Kaposlek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, SH. Pada media tandasnya.(zainal).

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru

Hukum

JMI Desak Percepatan Penanganan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 Apr 2026 - 18:03 WIB