Jakarta jurnalisinvestigasinews.com — Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) bersama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Syamsu Rizal, menggelar webinar forum diskusi publik bertajuk “Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM” pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM di era digital.
Dalam pemaparannya, Syamsu Rizal menyampaikan bahwa pembangunan desa, koperasi, dan UMKM telah lama menjadi fokus kebijakan nasional. Namun, hingga saat ini masih terdapat tantangan berupa pendekatan program yang berjalan secara parsial serta belum terintegrasinya ekosistem ekonomi desa secara menyeluruh.
Menurutnya, kehadiran sistem data sosial ekonomi terpadu berbasis digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan akurasi kebijakan dan efektivitas program pemerintah. Selain itu, dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui penguatan platform digital juga dinilai krusial, terutama dalam aspek pemasaran dan akses permodalan bagi UMKM.
Narasumber kedua, Gun Gun Siswadi, menyoroti besarnya peluang digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 229 juta jiwa dengan tingkat penetrasi di atas 80 persen.
Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan sekitar 66 juta unit usaha yang menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Namun, baru sebagian UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital, sehingga transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui integrasi koperasi, UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sementara itu, Tendry Febriany Burhan menegaskan bahwa koperasi dan UMKM merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Program penguatan koperasi desa dinilai mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal yang mencakup layanan simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan rantai pasok produk desa.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital agar UMKM mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai program seperti pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil di daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan antara desa dan kota menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : Syahrudin akbar







