slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM” - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM”

Avatar

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta jurnalisinvestigasinews.com — Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) bersama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Syamsu Rizal, menggelar webinar forum diskusi publik bertajuk “Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM” pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM di era digital.

Dalam pemaparannya, Syamsu Rizal menyampaikan bahwa pembangunan desa, koperasi, dan UMKM telah lama menjadi fokus kebijakan nasional. Namun, hingga saat ini masih terdapat tantangan berupa pendekatan program yang berjalan secara parsial serta belum terintegrasinya ekosistem ekonomi desa secara menyeluruh.

Menurutnya, kehadiran sistem data sosial ekonomi terpadu berbasis digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan akurasi kebijakan dan efektivitas program pemerintah. Selain itu, dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui penguatan platform digital juga dinilai krusial, terutama dalam aspek pemasaran dan akses permodalan bagi UMKM.

Baca Juga :  Mahasiswa Kecam Serangan terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Nilai sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Narasumber kedua, Gun Gun Siswadi, menyoroti besarnya peluang digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 229 juta jiwa dengan tingkat penetrasi di atas 80 persen.

Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan sekitar 66 juta unit usaha yang menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Namun, baru sebagian UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital, sehingga transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak.

Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui integrasi koperasi, UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca Juga :  PONPES Salafiyah Madarijul Ulum Peringati Haul Syekh Abdul Qodir Jailani Dan Maulid Saidatina Fatimah Az Zahro.

Sementara itu, Tendry Febriany Burhan menegaskan bahwa koperasi dan UMKM merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Program penguatan koperasi desa dinilai mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal yang mencakup layanan simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan rantai pasok produk desa.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital agar UMKM mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai program seperti pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil di daerah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan antara desa dan kota menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

IPSI Gelar Munas XVI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Disabilitas Art Center, Panggung Seni Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Bogor
Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Belum Naik per 1 April 2026
Aktivis KPKB: Pernyataan Bupati Lebak Saat Halal Bihalal Dinilai Menyakiti Pendukung Amir Hamzah
Gerakan Nasional Revolusi Putih PS08: Seruan Mendukung Kepemimpinan Presiden
1.700 Personel Gabungan Amankan FIFA Series 2026 di GBK, Lalin Disiapkan Situasional
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:28 WIB

IPSI Gelar Munas XVI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Jumat, 3 April 2026 - 16:06 WIB

Disabilitas Art Center, Panggung Seni Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Bogor

Kamis, 2 April 2026 - 17:25 WIB

Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Belum Naik per 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:02 WIB

Aktivis KPKB: Pernyataan Bupati Lebak Saat Halal Bihalal Dinilai Menyakiti Pendukung Amir Hamzah

Berita Terbaru