Jakarta — Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Jakarta Timur guna memperkuat pengawasan Pemilu 2029.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan deteksi dini potensi pelanggaran serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan, seiring meningkatnya kompleksitas penyelenggaraan pemilu di ruang sosial maupun digital.
Rapat koordinasi Pertemuan antara Bawaslu DKI Jakarta dan FKDM Jakarta Timur, digelar di Jakarta pada Senin (4/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan pemilu.
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, menyatakan bahwa pengawasan pemilu saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan tidak dapat hanya bertumpu pada aspek administratif.
“Pemilu saat ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk mendeteksi potensi kerawanan sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan FKDM diharapkan mampu memperkuat pemetaan potensi konflik sosial serta pelanggaran pemilu di tingkat wilayah.
Sementara itu, Ketua FKDM Jakarta Timur, Ahmad Firdaus, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas selama tahapan pemilu berlangsung.
“Melalui kerja sama ini, kami siap membantu mengidentifikasi potensi gangguan maupun konflik yang dapat memengaruhi jalannya pemilu, khususnya di tingkat masyarakat,” tegasnya.
Selain penguatan pengawasan, kerja sama ini juga mencakup upaya pencegahan melalui edukasi publik. Kedua lembaga akan mendorong peningkatan literasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi yang berpotensi memicu gangguan stabilitas.
Ke depan, kolaborasi akan diperluas melalui pemetaan wilayah rawan, forum diskusi kewaspadaan, serta sosialisasi pengawasan partisipatif.
Bawaslu DKI Jakarta berharap sinergi ini dapat meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu sekaligus menjaga stabilitas demokrasi di tingkat lokal menjelang Pemilu 2029.
Penulis : Syahrudin akbar







