Jakarta – Sebentar lagi jelang ulang tahun Jakarta yang ke-496, yakni tanggal 22 Juni 2023. Jakarta dalam usia yang hampir separuh millenium tersebut menjadi momentum bermakna bagi warga Jakarta. Kendati warga Jakarta sebagian besar adalah pendatang, demikian, sudah suatu kewajiban mencintai negerinya dan budayanya. Budaya adalah akar kehidupan suatu wilayah yang apabila tercerabut maka hilanglah jati diri warganya.
“Jakarta siapa yang punye kalau bukan kite.” Itulah yang diungkapkan Bambang Saldian yang kini sedang menggagas “Jakarta Fun Fair” yang direncanakan akan diselenggarakan pada 22 Juni mendatang dalam rangka menyambut Hari Kelahiran Kota Jakarta. Gagasan ini berangkat dari kecintaannya kepada Jakarta sebagai tanah air lokalnya dalam maungan payung NKRI.
“Sebelum kita mencintai Indonesia sebagai tanah air yang luas, kita mulai dulu mencintai negeri kita,” ungkap B Saldian di; Lapangan 95, Minggu (18/6).
Sebab bagi B Saldian, mencintai tanah air Indonesia tanpa mencintai daerahnya adalah kebohongan semata. Landasan jiwa seperti ini yang menginspirasinya Untuk mengadakan event besar seperti PRJ walau pun event ini untuk tingkat lebih lokal pada tingkat Kotamadya Jakarta Barat.

“Justru banyaknya kegiatan semacam ini atau semacam PRJ akan menambah semarak dan meriah dalam rangka menyambut ulang tahun Kota Jakarta,” ungkap B Saldian.
Acara Jakarta Fun Fair ini .basisnya adalah membangkitkan cinta kebudayaan Jakarta yang dikhawatirkan akan memudar bagi generasi akan datang. Setidaknya, acara Fun Fair ini mengembalikan daya ingat warga bahwa Jakarta pernah lahir sehingga ada sampai saat ini. B Saldian menambahkan bahwa Jakarta bukan hanya wilayah dan warga namun juga berisi sekumpulan budaya.
Dalam acara Jakarta Fun Fair itu menghadirkan beberapa acara budaya seperti ondel-ondel, pencak silat, lenong, gambang kromong, band Betawi, tarian khas betawi. Nanum agar tidak monoton, acara Jakarta Fun Fair 2023, ada juga acara-acara lain seperti Barongsay ,liong Kebudayaan tionghoa, juga telah lama menyatu dengan Jakarta.
Acara-acara meriah lainnya juga di-isi oleh pementasan lainnya seperti perlombaan, band, gelar dangdut yang dibawakan oleh penyanyi kondang dan tidak lupa juga Bazaar.
“Kalau cuma acara seni tanpa ada yang dagang kan sepi. Dulu ada layar tancep pasti ada pedagang. Ya kalau sekarang ada pentas seni dan budaya, ya sama harus ada pedagang. Takut warga haus dan lapar, mereka pengen minum atau makan. Atau ingin belanja baju, sepatu dan tas, semua itu kan sudah ada di lokasi acara.
Acara ini akan diselenggarakan di Lapangan Bola SMA 95 Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Lokasinya cukup luas sebesar 4000m. Lokasi ini cukup untuk menampung seluruh warga Jakarta Barat yang ingin menyaksikan acara meriah tersebut. Acara ini memang khusus untuk hiburan warga Jakarta Barat. Namun apabila dipandang menarik, tentu akan memikat warga Jakarta lainnya, ungkap Bambang Saldian. Baginya, lokasi sudah memadai, baik untuk kegiatan Seni,budaya dan Bazar maupun untuk pengunjung.
Penyelenggara acara ini adalah Perkumpulan Pedagang Bazaar Mandiri yang diketuai oleh Bambang Saldian sendiri Bersama Forum LMK Dan Forum RW Kelurahan Pegadungan Pihaknya sudah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan Pemkot Jakarta Barat.
Namun ia sangat bangga Sebab acara ini didukung langsung oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat,tutup Bambang . (Red)







