JAKARTA -Terkait soal Mangkraknya proyek pembangunan drainase bawah tanah (Jacking) Jl Daan Mogot Km 13, dan Pompa Departemen Agama Kecamatan Cengkareng, yang dituding mangkrak.
Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengingatkan kepada Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Purwanti Suryandari agar menjelaskan persoalan itu kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa kang Uus itu kemudian langsung menghubungi Kasudin SDA Jakarta Barat.
Walikota Jakarta Barat, mempertanyakan persoalan mangkraknya proyek pembangunan drainese tersebut kepada Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat.
Kasudin SDA Jakarta Barat itu pun menjelaskan melalui telpon seluler, bahwa terjadinya mangkrak dalam proyek tersebut lantaran pihak kontraktor yang mengerjakan proyek itu telah diputus kontrak.
Kasudin SDA Purwanti tidak menjelaskan secara detail mengapa alasan dari pihak tersebut telah diputus kontrak kerjanya.
Sebelumnya diberitakan,,
proyek pembangunan drainase bawah tanah (Jacking) Jl Daan Mogot Km 13, dan Pompa Departemen Agama Kecamatan Cengkareng, yang dituding mangkrak.
Akibat mangkraknya proyek tersebut, bukan tidak mungkin dapat berpengaruh menjadi penyebab biang kemacetan di jalan Daan Mogot arah Cengkareng menuju grogol.Bahkan, tak jarang proyek mangkrak itu juga menjadi penyebab sesama pengendara saling senggol karena memakan jalan satu lajur.
“Ya dalam hal ini sapa yang paling bertanggung jawab atas proyek mangkrak yang menelan anggaran 6 milyar tersebut,” kata Darsuli,SH salah satu Aktivis dan juga berprofesi sebagai Advokad.(2/11/2023)
Ia sangat menyayangkan proyek yang menelan anggaran milyaran tersebut mangkrak tanpa kepastian seperti proyek tak bertuan.Padahal,kata dia, proyek pemerintah itu sebagai upaya dalam pengendalian banjir di Jakarta Barat, terutama wilayah Cengkareng Timur dan Wilayah Kedaung.
“Kalau mangkrak begitu terkesan mubazir menghamburkan anggaran dan merugikan pemerintah serta masyarakat. “Jadi, masyarkat berhak tau dalam hal itu karena jelas sangat merugikan masyarakat.” tegasnya.
Ia juga berharap adanya tindakan tegas dari PJ Gubernur DKI terkait hal mangkraknya proyek tersebut.
“Ya kami minta PJ Gubernur evaluasi Kasudin SDA Jakbar,”ujarnya. (Leman)







