slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

KPKB Siap Laporkan Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ke APH, Dugaan Korupsi PUPR Lebak Rp 8,3 Miliar Disorot - JURNAL INVESTIGASI NEWS

KPKB Siap Laporkan Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ke APH, Dugaan Korupsi PUPR Lebak Rp 8,3 Miliar Disorot

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK jurnalisinvestigasinews.com — Kumpulan Pemantau Korupsi Banten (KPKB) menyatakan akan segera melaporkan temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kepada aparat penegak hukum (APH). Temuan tersebut diduga mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak.

Sekretaris Umum KPKB, Zefferi, mengungkapkan pihaknya telah melakukan kajian terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun Anggaran 2024. Dalam laporan tersebut, nilai temuan mencapai sekitar Rp 8,3 miliar.

“Temuan ini tidak bisa dianggap sekadar kesalahan administratif. Ada indikasi penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan negara,” ujar Zefferi, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  Wali Kota Jakbar Tinjau Perbaikan Jalan 1 Maret, Drainase Dinormalisasi Segera

Ia menegaskan, apabila terdapat unsur kerugian negara dan penyalahgunaan kewenangan, maka sudah seharusnya aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas.

“Jika memang ada indikasi korupsi, harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami akan segera melaporkan hal ini ke APH,” tegasnya.

KPKB juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait progres pengembalian kerugian negara atas temuan tersebut. Pihaknya mengaku telah meminta klarifikasi kepada instansi terkait, namun hingga kini belum menerima jawaban resmi.

Aktivis KPKB lainnya, Ivan Suyatifika, menyebut pihaknya telah berupaya melakukan konfirmasi kepada mantan Kepala Dinas PUPR selaku pengguna anggaran Tahun 2024, namun belum memperoleh tanggapan.

Baca Juga :  Dua Warga Pekon Badak Kecamatan Limau Yang Mengalami Penyakit Menahun Dapat Perhatian Pemerintah

“Sudah lebih dari 60 hari, tapi belum ada penjelasan resmi terkait pengembalian kerugian negara. Ini menimbulkan pertanyaan publik,” ujarnya.

KPKB menilai lambannya respons dari pihak terkait berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami berharap aparat penegak hukum bertindak profesional, independen, dan transparan. Jangan sampai hasil audit hanya menjadi dokumen tanpa tindak lanjut,” pungkasnya.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Forum Diskusi Publik: Bijak Digital Tanpa Judi Online, Dorong Literasi dan Perlindungan Generasi Muda
Bawaslu DKI Gandeng FKDM Jakarta Timur, Perkuat Pengawasan Pemilu 2029
Celoteh Abah dan Garda Pulih Korban Gugat Negara, Soroti Kasus Cantika sebagai Cermin Krisis Moral Penegakan Hukum
Kasatpel DLH Jatinegara Tegas: Tidak Boleh Ada Pungli di TPS, Pelanggar Langsung Disanksi
Oknum Advokat Diduga Terlibat Kekerasan, Citra Profesi Dipertaruhkan
Administrasi Jadi Kunci, TP PKK Cipinang Besar Selatan Perketat Pembinaan
JMI Aksi di Kejaksaan Agung dan BGN, Serahkan Buku “Gurita Korupsi Sonny Sanjaya & Dadan Hindayana
GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:50 WIB

Bawaslu DKI Gandeng FKDM Jakarta Timur, Perkuat Pengawasan Pemilu 2029

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:37 WIB

Celoteh Abah dan Garda Pulih Korban Gugat Negara, Soroti Kasus Cantika sebagai Cermin Krisis Moral Penegakan Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:23 WIB

Kasatpel DLH Jatinegara Tegas: Tidak Boleh Ada Pungli di TPS, Pelanggar Langsung Disanksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:25 WIB

Oknum Advokat Diduga Terlibat Kekerasan, Citra Profesi Dipertaruhkan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPKB Siap Laporkan Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ke APH, Dugaan Korupsi PUPR Lebak Rp 8,3 Miliar Disorot

Berita Terbaru