slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Tanpa Pengaman, Galian Kabel APJATEL di Kamal Picu Kemacetan dan Ancaman Kecelakaan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Tanpa Pengaman, Galian Kabel APJATEL di Kamal Picu Kemacetan dan Ancaman Kecelakaan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Barat jurnalisinvestigasinews.com — Edy Sukarya, Lurah Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, menanggapi terkait proyek galian kabel serat optik yang dilakukan oleh APJATEL di wilayahnya.

 

Edy menegaskan bahwa pekerjaan galian kabel tersebut berada di bawah pengawasan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat. Ia menyebut, dampak proyek terhadap kelancaran arus lalu lintas telah menjadi perhatian serius pemerintah kota dan bahkan telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat saat kunjungan kerja di Taman Pandawa, RW 02, Kelurahan Kamal. Kata edy melalui pesan whatsapp kepada jurnalisinvestigasinews.com kamis, 26/02/2026

 

“Pihak kelurahan sudah berkali-kali memberikan teguran keras, khususnya terkait sisa kabel yang diletakkan sembarangan tempat  atau bekas galian yang berpotensi amblas dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Edy.

 

Ia menambahkan, kabel-kabel sisa yang sebelumnya dikeluhkan warga kini telah diangkut dan ditangani oleh pihak pelaksana. Namun demikian, pihak kelurahan tetap melakukan pengawasan intensif agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga agar pengawasan di lapangan diperketat dan setiap keluhan warga segera ditindaklanjuti. Tidak boleh ada pembiaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Lapak Di Semanan Hangus Terbakar

 

Menurut Edy, keselamatan warga dan kelancaran lalu lintas harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan utilitas di wilayah permukiman padat.

Sementara itu Ade, selaku pelaksana pekerjaan galian kabel bawah tanah, mengakui adanya pelanggaran disiplin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) oleh para pekerja di lapangan. Hal tersebut disampaikannya melalui pesan WhatsApp kepada jurnalisinvestigasinews.com, Rabu (25/02/2026).

 

Menurut Ade, seluruh perlengkapan K3 seperti helm, sepatu boot, dan rompi keselamatan sebenarnya telah disediakan oleh kantor. Namun dalam praktiknya, sebagian pekerja disebut tidak disiplin menggunakan alat pelindung diri dengan alasan merasa kurang nyaman.

“Untuk K3 seperti helm, boot, dan rompi sudah disiapkan dari kantor. Tapi dari pekerjanya memang kurang disiplin, alasannya karena merasa tidak nyaman memakai boot dan helm,” ujar Ade.
Selain soal K3, Ade juga menjelaskan bahwa proyek galian kabel tersebut memiliki durasi pekerjaan cukup panjang, yakni enam bulan, terhitung sejak 30 November 2025 sebagai hari pertama pelaksanaan.

Baca Juga :  Lomba Pekon Tingkat Kabupaten Pringsewu Kecamatan Banyumas  Pekon Sriwungu Mengikuti Lomba Untuk Pengelolaan Bumdes

Adapun lokasi pekerjaan membentang dari gapura perbatasan Tangerang hingga perempatan Miami di sepanjang Jalan Raya Kamal.

 

Sebelumnya. Jakarta Barat, jurnalisinvestigasinews.com — Proyek galian kabel bawah tanah di Jalan Raya Kamal, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres—tepatnya di kawasan Tegal Alur—menuai keluhan keras dari warga dan pengguna jalan. Ketiadaan rambu pengaman seperti kerucut lalu lintas, galian yang dibiarkan terbuka, serta material tanah yang berserakan di badan jalan menyebabkan kemacetan parah dan membahayakan keselamatan. rabu 25/02/2026

 

Kemacetan panjang terpantau pada Senin (23/2/2026), mengular dari arah Dadap hingga ujung Jalan Tegal Alur. Penyempitan jalur akibat galian, ditambah jam sibuk pagi dan sore, membuat arus lalu lintas tersendat total. Kondisi makin riskan karena sebagian galian tanpa penutup memadai, sehingga tanah berceceran dan jalan menjadi licin saat cuaca berubah.

Penulis : Muhammad Rizky

Editor : Syahrudin

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru

Lingkungan hidup

DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Angkutan Berjalan Tiga Shift

Jumat, 10 Apr 2026 - 20:36 WIB