slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Sangat Miris Sekolah Ibtidaiyah di Pesawaran Butuh Diperhatikan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Sangat Miris Sekolah Ibtidaiyah di Pesawaran Butuh Diperhatikan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Oktober 2023 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Lampung Jurnalis Investigasi News Com – Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIs) di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, bangunan sekolahnya memprihatinkan hingga terkesan di anak tirikan, pasalnya sekolah tersebut sudah tahunan bangunannya tidak tersentuh oleh bantuan pemerintah..

Salah satunya MIs Al islamiyah yang berada di Dusun Pahumungan Desa Way Kepayang, setiap murid dan guru mengadakan kegiatan belajar mengajar selalu dalam ketakutan, takut bangunannya rubuh juga bocor ketika hujan.

Kekhawatiran itu diungkapkan oleh beberapa murid saat awak media menyambangi sekolah tersebut.

“Sejak kami sekolah disini sampai sekarang kami hampir lulus, sekolah ini belum pernah ada sentuhan dari pihak terkait untuk diperbaiki. Sehingga, dengan keadaan bangunan sekolah seperti ini mengkhawatirkan untuk kami”, ungkap para murid itu.

“Selain bocor saat hujan turun, bisa jadi bangunan ini ambruk saat kami sedang belajar karena material bangunannya yang sudah lapuk. Itu yang paling kami takutkan. Maka untuk itu, kami berharap pada yang berwenang pada sekolah ini untuk segera membangunnya agar kami tenang”, harap mereka.

Baca Juga :  Kapolres PPU Dampingi Kapolda Kaltim Lakukan Pengecekan Pembangunan Polresta Khusus IKN dan Rusun Polri

Begitu pula yang disampaikan oleh Adeng Nurdeni (Deni), Kepala Madrasah yang ditemui dikediamannya. Dirinya tetap antusias membina sekolah itu dengan batas kemampuan yang dimilikinya bersama dengan tenaga pendidik yang lain, Selasa (10/10/2023).

Seandainya ini bukan dari tokoh dan swadaya masyarakat awalnya, mungkin sudah tidak ada lagi pendidikan disekolah ini. Karena ini dari sesepuhnya, sekuat tenaga mereka mempertahankannya sesuai dengan tujuan yakni demi memajukan kepentingan umum didalam pendidikan.

“Kami tak muluk-muluklah untuk saat ini, sampai dibata merah saja kami sudah bersyukur, karena dengan sebegitu pun kami sudah nyaman untuk menjalankan kegiatan belajar disekolah, tidak was-was lagi”, jelas Deni

“Memang, kami juga sudah Upload data dari bulan 3 lalu guna pengajuan bangunan ke Sarpras, tapi belum terealisasi. Dan sekolah ini pernah dapat bantuan dari dermawan berupa pagar dan toilet, setelah itu tidak ada lagi”, kata Deni.

Baca Juga :  DPD,KO-WAPPI Kabupaten Pesawaran Mengadakan Buka Bersama

Lain lagi dengan sekolah MIs Anwarul Hidayah di Desa Harapan Jaya Kecamatan Kedondong, sudah beberapa tahun para guru tidak ada ruangan, saat tidak ada jam mengajar, para guru bahkan kepala sekolah hanya beristirahat didepan kelas..

Juga dengan MIs Al Furqon yang ada di Desa Babakan Loa Kecamatan Kedondong, murid dari kelas yang berbeda digabung dalam satu ruang ruang dan hanya diberi pembatas triplek, bahkan ada kelas yang menumpang di gedung Tempat Pendidikan Al-Qur’an atau TPA Desa Babakan Loa.

Semua berbanding terbalik dari sekolah negeri yang sama-sama dibawah naungan Kemenag. diduga setiap tahunnya ada pembelanjaan, baik itu kebutuhan sekolah, bangunan gedung. Padahal, bisa disebut jauh dari kata mendesak atau urgent.

Kedepan, Kementrian Agama terutama di Pesawaran ini diminta agar lebih mengedepankan mana yang lebih mendesak dan urgent serta meninjau selalu sekolah-sekolah yang ada dibawah naungannya ini, agar mereka merasa tak luput dari perhatian pihak Kemenag.

Tiem/ red.

Berita Terkait

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global
Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur
Muhamad Rizki Resmi Diangkat Menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Jurnalis Investigasi News
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di TPU Prumpung
Kejari Jaktim Percepat Penyidikan, Tersangka DER Resmi Ditahan
Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:59 WIB

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:11 WIB

Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:49 WIB

Muhamad Rizki Resmi Diangkat Menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Jurnalis Investigasi News

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:06 WIB

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di TPU Prumpung

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:54 WIB

Kejari Jaktim Percepat Penyidikan, Tersangka DER Resmi Ditahan

Berita Terbaru