Jakarta-Penutup saluran air atau udith di jalan Peta Selatan, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, saat ini kondisinya tampak terlihat berantakan.
Udith atau penutup saluran air yang ada di jalan Peta Selatan itu terlihat masuk kedalam saluran air.
Meski kondisinya demikian, namun sepertinya sampai saat ini belum juga ada upaya untuk diperbaiki oleh instansi terkait。Padahal, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap kepada jajarannya agar lekas tanggap dalam penanganan antisipasi banjir dan soal pembangunan wilayah.
Warga Kalideres,Satria Wijaya mengatakan, udith atau penutup
saluran air yang ada dijalan Peta Selatan, rusaknya sudah cukup lama. Bahkan, kata Satria, udith itu sampai masuk ke dalam saluran air belum juga terlihat dibenahi oleh instansi terkait.
Menurut Satria, kondisi penutup saluran yang rusak itu seharusnya instamsi terkait segera memperbaikinya. Karena masalah itu, lanjut Satria,merupakan salah satu bentuk upaya Gubernur dalam penanganan antisipasi banjir, terutama dalam mengatasi persoalan antisipasi banjir dan pembangunan wilayah.
“Nah, seharusnya upaya Gubernur DKI dalam membangun wilayah, ya harus benar benar di dukung oleh jajarannya, terutama soal pemeliaharaan saluran air, seperti udith yang rusak,ya harus cepat tanggap diperbaiki, bukan terkesan di diamkan dalam keadaan berantakan.Jelas Ini sama saja Instruksi pak Gubernur DKI seolah seperti tidak digubris,” ucap Satria Wibowo warga Kalideres, Sabtu 22/3.
Satria Wibowo mengatakan, dalam upaya mengantisipasi terjadinya banjir, ada baiknya dimulai dari persoalan kecil dahulu, contoh dari masalah pemeliharaan saluran air, seperti masalah kerusakan udith dan lumpur dalam saluran yang ada di lingkungan wilayah.
“Kalau soal penutup saluran yang rusak dan juga endapan lumpur serta sampah di dalam saluran saja dibiarkan, tentu inu bisa berdampak pada penyumbatan aliran air.
Ditambahkan Satria, persoalan udith berantakan maupun endapan lumpur serta sampah yang ada di dalam saluran air lingkungan,tentunya itu sangat berpengaruh dampaknya.
“Minimal penutup saluran air itu ya kita berharap dibenerin, kemudian lumpur dan sampahnya dikeruk, supaya nantinya tidak berdampak, dan ini merupakan salah satu program pembangunan wilayah dan antisipasi banjir, seperti apa yang diharapkan Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya.(Leman)







