slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 2029 - JURNAL INVESTIGASI NEWS

PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 2029

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta jurnalisinvestigasinews.com —PAM Jaya menargetkan seluruh wilayah Jakarta dapat terakses layanan air bersih pada 2029. Target tersebut dinilai sebagai langkah strategis, namun tetap memerlukan pengawasan ketat agar implementasinya berjalan adil dan merata.

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, mengatakan bahwa penyediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan sosial.

“Target 100 persen akses air bersih harus dipastikan tidak hanya tercapai secara angka, tetapi juga adil dalam distribusinya. Jangan sampai wilayah yang selama ini sudah terlayani justru kembali menjadi prioritas, sementara kawasan padat dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap tertinggal,” ujar Agung dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Menurut dia, hingga saat ini masih terdapat ketimpangan akses air bersih di Jakarta. Sebagian warga telah menikmati layanan perpipaan, sementara sebagian lainnya masih bergantung pada air tanah atau membeli air dengan biaya yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Fkdm Jakarta barat Sambut Hari Lahirnya Pancasila ke 77

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola air bersih di ibu kota, termasuk mengatasi persoalan kebocoran jaringan dan menjaga kualitas air.

Selain itu, Agung juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa target besar seperti ini harus diiringi dengan akuntabilitas yang jelas agar dapat diawasi oleh publik.

“Tanpa transparansi dan pengawasan publik, target ini berisiko menjadi sekadar ambisi di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah komitmen nyata dalam pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peningkatan layanan air perpipaan juga memiliki dampak penting terhadap lingkungan. Pengurangan penggunaan air tanah dinilai dapat membantu menekan laju penurunan muka tanah yang selama ini menjadi salah satu persoalan serius di Jakarta.

Baca Juga :  NARKOBA DAN KORUPSI, DUA PENYAKIT YANG SALING MENGUATKAN

Karena itu, Agung mendorong agar program penyediaan air bersih ini tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kota.

“Ini bukan sekadar proyek layanan publik, tetapi bagian dari upaya menyelamatkan Jakarta secara keseluruhan,” ujarnya.

Dengan demikian, target 2029 diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga momentum untuk memastikan bahwa akses air bersih benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh warga Jakarta secara adil dan berkelanjutan.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

NARKOBA DAN KORUPSI, DUA PENYAKIT YANG SALING MENGUATKAN
Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis
Kepanikan Politik di Balik Narasi “Aksi Mahasiswa Ditunggangi Elite”
Memaknai Kembali Pancasila: Dari Simbolisme Menuju Substansi Kebangsaan
8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto
Wajib Belajar 13 Tahun Resmi Dicanangkan, Negara Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini
RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah
Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:45 WIB

NARKOBA DAN KORUPSI, DUA PENYAKIT YANG SALING MENGUATKAN

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:20 WIB

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 15 Juni 2026 - 21:36 WIB

Kepanikan Politik di Balik Narasi “Aksi Mahasiswa Ditunggangi Elite”

Senin, 1 Juni 2026 - 16:57 WIB

Memaknai Kembali Pancasila: Dari Simbolisme Menuju Substansi Kebangsaan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:44 WIB

8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto

Berita Terbaru