Bekasi- Dalih meninggal karena korban NAS (17) keselak baso, namun pada akhirnya kematian seorang ibu rumah tangga di Kampung Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini terungkap.
Polisi berhasil mengungkap motif dibalik meninggalnya NAS. Pelaku pembunuhan itu ternyata suaminya sendiri yang berinisial RDS (25).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyadhi mengatakan, Pelaku tega menghabisi nyawa istrinya karena kesal kerap dihina korban saat terjadi cekcok .
Insiden pembunuhan tersebut terjadi 5 Mei 2023.
Selain itu, sikap korban yang kerap meminjam uang tanpa sepengetahuan dirinya juga membuat dirinya naik pitam hingga membunuh sang istri.
“Korban sering memaki pelaku dengan kata-kata kasar sehingga emosi,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyadhi dalam keterangannya, Selasa (9/5/2023).
Twedi menjelaskan awalnya pada pukul 06.00 WIB, korban marah kepada pelaku karena belum bangun tidur.
Kemarahan itu berlanjut dengan terjadinya cekcok sekira pukul 07.30 WIB.
Saat itu, korban ingin pergi dari rumah dengan membawa anaknya.
“Korban sudah bersiap-siap dengan memanaskan sepeda motor kemudian pelaku bangun dan mengambil kunci sepeda motor dan pada saat itu pelaku dan korban berantem cekcok mulut dimana korban berbicara kasar kepada pelaku dengan berkata ‘anjing, goblog, bego’,” ucapnya.
Saat itu, kata Twedi, pelaku sudah ingin berbicara baik-baik di dalam kamarnya.
Namun, sang istri tak mau berbicara lagi dan terus memaki pelaku hingga akhirnya emosi pelaku tak terkendali.
“Korban sudah bersiap-siap dengan memanaskan sepeda motor kemudian pelaku bangun, selanjutnya mengambil kunci sepeda motor dan pada saat itu pelaku dan korban berantem cekcok mulut dimana korban berbicara kasar kepada pelaku dengan berkata ‘anjing, goblog, bego,”katanya.
Saat itu, kata Twedi, pelaku sudah ingin berbicara baik-baik di dalam kamarnya.
Namun, sang istri tak mau berbicara lagi dan terus memaki pelaku hingga akhirnya emosi pelaku tak terkendali.
“Pelaku kesal dan emosi serta memegang leher dengan tangan kanan, dan pelaku sambil mendorong korban sehingga korban terbaring di kasur. Kemudian pelaku mengambil bantal dengan tangan kiri dan membekap muka korban dengan bantal selama kurang lebih 10 Menit, serta tangan kanan pelaku mencekik leher.”ucapnya.
Pelaku yang panik karena korban yang sudah tidak bernyawa, akhirnya terlintas dipikirannya untuk merekayasa kematian istrinya itu.
“Pelaku berpikiran membuat kronologis seakan-akan korban meninggal karena kesedak makan bakso,” jelasnya.
Pelaku merancang semua rencananya itu hingga akhirnya memasukan satu buah bakso ke dalam mulutnya dan berakting panik untuk mengundang warga sekitar saat pulang dari ATM untuk mengambil uang gajian istrinya.
Pada saat itu pelaku berteriak “tolong Pak tolong ini Leha kenapa” kemudian ayah pelaku datang dan kaget. Pelaku seolah-olah mengecek mulut korban dan ditemukan bakso dan pelaku berkata kepada ayahnya ‘Leha kesedak bakso Pak’,” tuturnya.
Karena keluarga korban tak percaya, akhirnya jenazah korban divisum dan diketahui jika ada bekas cekikan di leher korban dan akhirnya mengakui jika dia membunuh.
“Ditemukan adanya luka cekikan dan bukan meninggal karena kesedak bakso kemudian pelaku diperiksa dan mengaku benar telah mencekik dan membekap korban dengan bantal sehingga meninggal dunia bukan karena kesedak makan bakso,” katanya.
Atas dasar itu, Twedi menyebut jika RDS kekinian telah ditetapkan tersangka dan ditahan.
Tersangka dijerat Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Juncto Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
(Trib/man)







