slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Ketua Fraksi Partai Aceh Maimul MahdiTentang Pengeras Suara Mesjid Ciderai Umat Islam di Indonesia - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Ketua Fraksi Partai Aceh Maimul MahdiTentang Pengeras Suara Mesjid Ciderai Umat Islam di Indonesia

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa- Surat edaran menteri agama nomor 5 tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di mesjid dan mushala benar-benar telah mencederai hati umat Islam di Indonesia khususnya melukai hati rakyat Aceh serta bertentangan dengan norma ada yang berlaku di bumi serambi Mekah ini.

Demikian ditegaskan ketua Fraksi Partai Aceh Maimul Mahdi yang juga anggota DPRK Langsa melalui siaran persnya yang di rilis kepada sejumlah awak media, Kamis (24/02/2021).

Menurutnya, di Aceh punya kekhususan dengan lahirnya undang-undang pemerintahan Aceh nomor 11 tahun 2006 serta di Aceh dalam penegakan syariat Islam berlaku Qanun bahkan kalau ada pelanggaran syariat Islam di Aceh maka bisa di jatuhkan hukuman cambuk.

Terkait pengeras suara di mesjid, secara turun temurun di Aceh selama bulan suci ramadhan memang menjadi tradisi dan menjadi keharusan bagi anak muda untuk melakukan tadarus. Jadi sikap menteri agama ini dengan surat edaran yang di keluarkan telah melukai hati umat Islam.

Baca Juga :  Video Perampokan Yang Viral Di Citra 6 Berdurasi 26 Detik  " HOAKS…….

Bukan saja masyarakat Aceh, bahkan seluruh umat Islam di Indonesia pasti merasa tersinggung dengan melakukan pembatasan waktu pembacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara luar dan dalam.

“Mau cari popularitas kok menyinggung satu agama dengan perbandingan Azan dan suara gonggongan anjing diperumahan Jaga otak dan mulutmu pak menteri jangan terlalu lebay, yang anda atur melalui statementmu bukan solusi tapi menimbulkan kontroversi. Agama manapun jika dibandingkan suara kerohanian dengan suara gonggongan anjing, saya yakin mereka semua marah”, tutur aktivis partai Aceh ini.

Baca Juga :  Cemburu Buta, Wanita Ini Tega Habisi Kekasih Suaminya Dengan Keji

Kemudian, Maimul meminta kepada pemangku kebijakan di Aceh agar menolak secara keras pemberlakuan surat edaran menteri agama republik Indonesia itu di Aceh, sebab hal ini perlu kiranya dilakukan pemangku kebijakan di Aceh agar menjadi pertimbangan pemerintah republik Indonesia.

Ditegaskannya, bahwa seorang Menteri Agama harusnya jangan sembarangan mengeluarkan pendapat yang menimbulkan kontroversi antar umat beragama. Terlebih lagi surat edaran yang dikeluarkan seolah-olah ada kepentingan atau pesanan dari pihak lain.

“Kami sudah damai di Aceh dan menjaga NKRI dalam kebhinekaan, tuangkan ide gagasanmu yang mencerdaskan generasi bangsa. Jangan sampai menimbulkan perpecahan lagi dan apakah Aceh harus merdeka dari NKRI”, tutupnya. (Zainal)

Berita Terkait

KBSI dan FBTPI–KPBI Luncurkan Posko Pengaduan THR untuk Buruh Transportasi di Tanjung Priok
Diduga Dampak Galian Pipa Perusahaan Daerah Air Minum, Jalan Satu Maret Kalideres Dipenuhi Lumpur dan Bau
Ramadan Penuh Berkah, Polsek Perbaungan Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama
Siswa Kini Bisa Akses Polisi Lebih Cepat, Polres Jakbar Sosialisasikan Call Center Berbasis Barcode
Tanpa Pengaman, Galian Kabel APJATEL di Kamal Picu Kemacetan dan Ancaman Kecelakaan
Jakarta Institute: Pergub Pengelolaan Air Harus Dilihat dalam Konteks Krisis Lingkungan
Galian Kabel Tanpa Rambu di Tegal Alur Picu Macet Total, Warga & Pedagang Merugi
Rekan Indonesia Tolak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:19 WIB

KBSI dan FBTPI–KPBI Luncurkan Posko Pengaduan THR untuk Buruh Transportasi di Tanjung Priok

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:28 WIB

Diduga Dampak Galian Pipa Perusahaan Daerah Air Minum, Jalan Satu Maret Kalideres Dipenuhi Lumpur dan Bau

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:24 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Polsek Perbaungan Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:01 WIB

Siswa Kini Bisa Akses Polisi Lebih Cepat, Polres Jakbar Sosialisasikan Call Center Berbasis Barcode

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:57 WIB

Tanpa Pengaman, Galian Kabel APJATEL di Kamal Picu Kemacetan dan Ancaman Kecelakaan

Berita Terbaru

Opini

Kim Jong Un, Israel, dan Ribut-Ribut Politik Global

Jumat, 6 Mar 2026 - 06:01 WIB