slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kapolres Sukoharjo Berikan Binluh Kepada Siswa SMA CT Arsa Soal Bahaya Terorisme, Radikalisme dan ekstrimisme - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kapolres Sukoharjo Berikan Binluh Kepada Siswa SMA CT Arsa Soal Bahaya Terorisme, Radikalisme dan ekstrimisme

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Juli 2022 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukoharjo – Jurnalis Investigasi news. Com–Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, memberikan bimbingan dan penyuluhan (Binluh) kepada siswa-siswi yang sedang MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMA Unggulan CT Arsa Foundation, Kamis (14/7/2022).

Dihadapan sekitar 200 siswa-siswi SMA Unggulan CT Arsa Foundation tersebut, Kapolres menyampaikan materi tentang bahaya terosisme, radikalisme dan ekstremisme.

AKBP Wahyu menyampaikan, seseorang dapat terpengaruh radikalisme dilatarbelakangi karena ketidakadilan sosial, kesenjangan, dendam politik, dan pandangan yang salah tentang agama.

“Dimana seseorang yang terpengaruh radikalisme memiliki ciri-ciri seperti sikap mental yang mendua (split personality) lantaran harus hidup dalam dua dunia yang berbeda, cenderung menjadi pribadi tertutup dan tertekan, manipulatif serta minim empati. Mudah mengkafirkan orang diluar kelompoknya, menghalalkan segala cara dalam menuntaskan tujuannya, disharmonisasi hubungan dengan keluarga, teman dan lingkungan sekitar. Serta resistensi terhadap pemerintah yang dianggap kafir,” tambahnya.

Baca Juga :  Tancap Gas, JAPNAS Kalsel Berkomitmen Membangun Sinergitas Usahawan yang Berskala Nasional dan Internasional

Lebih lanjut, Kapolres menerangkan, jika pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme dapat terjadi pada media masa, meliputi internet, buku, dan majalah. Komunikasi langsung dalam bentuk dakwah, diskusi atau bedah buku dan pertemanan, hubungan kekeluargaan dengan bentuk pernikahan, kerabatan dan keluarga inti. Serta lembaga pendidikan di sekolah, pesantren maupun perguruan tinggi.

“Jadi adik-adik harus bisa berhati-hati lagi, dan dapat memfilter terkait dengan informasi-informasi dari internet yang belum tentu benar. Dan saya berpesan kepada adik-adik agar berhati-hati lagi dalam belajar melalui internet,” ujar AKBP Wahyu.

Baca Juga :  Usai Kepala Babi, Kantor Redaksi Tempo Diteror Bangkai Tikus Di Penggal

Kapolres juga memberikan tips-tips agar terhindar dari terosisme, radikalisme dan ekstremisme. Yaitu dengan cara mempelajari Islam dengan paripurna kepada Kyai atau ahlinya. Mengenali modus perekrutan teroris dan kelompok radikal lain, Menolak dengan tegas bila diajak kajian dengan sembunyi-sembunyi, Berdialog kepada Kyai atau orang lain bila mendapat materi Islam yang tidak dimengerti, Kritis walaupun dalam konteks agama agar tidak mudah tersugesti yang merupakan pintu awal perekrutan, dan pahami bahwa Islam Itu indah, tunjukkan Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh umat).

“Kata kuncinya adalah apabila ada ustadz atau kelompok pengajian yang mengajarkan kebencian kepada negara dan pemerintah serta kelompok lain, maka tinggalkan,” tandasnya.

𝙍𝙚𝙥 –Vio Sari/𝙃𝙪𝙢𝙖𝙨

𝙍𝙚𝙙 — Rhamdan

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru