slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Temuan Lapangan 2025: RSUD Koja Unggul, Ketimpangan Layanan RSUD Tipe B Jakarta Masih Terlihat - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Temuan Lapangan 2025: RSUD Koja Unggul, Ketimpangan Layanan RSUD Tipe B Jakarta Masih Terlihat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta jurnalisinvestigasinews.com — Survei lapangan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan RSUD Koja menempati posisi teratas dalam penilaian pelayanan di antara RSUD Tipe B milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, temuan yang sama juga mengungkap ketimpangan kualitas layanan antar-rumah sakit daerah yang masih dirasakan warga.

 

Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, mengatakan penilaian tersebut disusun dari kombinasi observasi langsung, pendampingan pasien, serta kompilasi keluhan warga yang masuk selama Januari–Desember 2025.

 

“RSUD Koja relatif paling konsisten dalam merespons keluhan warga. Bukan berarti tanpa masalah, tetapi ada upaya nyata untuk menjelaskan, menindaklanjuti, dan tidak membiarkan pasien merasa diabaikan,” ujar Tian, sapaan akrab Martha Tiana Hermawan, Jumat (30/1).

 

Dalam pemeringkatan berbasis temuan lapangan tersebut, RSUD Pasar Minggu menempati posisi kedua. Rumah sakit rujukan di Jakarta Selatan itu dinilai mampu menjaga komunikasi layanan di tengah beban pasien yang tinggi. Keluhan tetap muncul, terutama soal waktu tunggu, namun tidak disertai dengan minimnya informasi.

Baca Juga :  Warga Tuding Pengerjaan Sodetan Saluran Di Semanan Amburadul

 

Posisi berikutnya ditempati RSUD Pasar Rebo, yang sepanjang 2025 menerima laporan berulang terkait antrean panjang dan perubahan alur pelayanan. Rekan Indonesia mencatat masalah tersebut bersifat struktural dan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

 

Sementara itu, RSUD Budhi Asih menghadapi tantangan khas rumah sakit besar dan rumah sakit pendidikan. Warga mengeluhkan alur birokrasi yang berlapis dan sulit dipahami, terutama bagi pasien rujukan BPJS Kesehatan.

 

Adapun RSUD Cengkareng menjadi rumah sakit dengan akumulasi keluhan terbanyak dalam catatan Rekan Indonesia. Masalah utama berkaitan dengan kepadatan pasien, waktu tunggu di IGD, serta keterbatasan tenaga kesehatan dibandingkan beban layanan wilayah Jakarta Barat.

 

Menurut Tian, perbedaan kualitas pelayanan ini menunjukkan bahwa peningkatan infrastruktur belum selalu sejalan dengan pemerataan mutu layanan.

 

“Indeks kepuasan masyarakat yang dirilis pemerintah penting, tapi pengalaman pasien di lapangan juga harus dijadikan rujukan utama. Ketimpangan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan laporan administratif,” katanya.

Baca Juga :  SMAN 1 Tayu Kab.Pati Adakan Sosialisasi MPLS Dan TPA Tahun Ajaran 2022/ 2023 Setelah pendaftaran Ulang PPDB Dengan Kondusif Dan Lancar

 

Survei Rekan Indonesia dilakukan sepanjang 2025 melalui tiga pendekatan utama: observasi lapangan di lima RSUD Tipe B Jakarta, pendampingan langsung pasien dan keluarga pasien, serta analisis laporan pengaduan warga yang masuk ke jaringan Rekan Indonesia. Penilaian difokuskan pada aspek akses layanan, waktu tunggu, komunikasi petugas, respons terhadap keluhan, dan kejelasan alur pelayanan. Rekan Indonesia tidak menggunakan skor tunggal, melainkan membandingkan pola keluhan dan konsistensinya sepanjang tahun.

 

Rekan Indonesia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka data keluhan pasien secara lebih transparan dan menjadikan temuan masyarakat sipil sebagai bagian dari evaluasi resmi kinerja RSUD.

 

“Pelayanan kesehatan publik bukan hanya soal capaian angka, tetapi tentang bagaimana negara hadir ketika warganya berada dalam kondisi paling rentan,” ujar Tian.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Begal dan Tawuran
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
LMK Cipinang Besar Selatan Gelar Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan di Cisarua
Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba dalam Forum Diskusi Publik
SOKSI Siapkan Rapimnas 2026, Dorong Konsolidasi dan Etika Politik
Taman Eco Park Tebet Jadi Favorit Warga Jakarta di Awal Mei 2026
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
Administrasi Jadi Kunci, TP PKK Cipinang Besar Selatan Perketat Pembinaan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Begal dan Tawuran

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:47 WIB

LMK Cipinang Besar Selatan Gelar Silaturahmi dan Penguatan Kelembagaan di Cisarua

Senin, 4 Mei 2026 - 20:51 WIB

Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba dalam Forum Diskusi Publik

Senin, 4 Mei 2026 - 20:00 WIB

SOKSI Siapkan Rapimnas 2026, Dorong Konsolidasi dan Etika Politik

Berita Terbaru