slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Edarkan Obat Mercon, Dua Pemuda di Jepara Diringkus Polisi - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Edarkan Obat Mercon, Dua Pemuda di Jepara Diringkus Polisi

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Maret 2024 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara – Polres Jepara | Ramadan baru dimulai, dua pemuda di Jepara ditangkap polisi karena memperjualbelikan racikan obat mercon untuk bahan petasan. Dua pemuda tersebut berinisial WS dan AA.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Jepara Ipda Puji Sri Utami mengatakan, dua pemuda ini masing-masing berinisial WS (24) seorang pemuda asal Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan AA (24) seorang pemuda asal Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

“Dari kasus petasan ini kami mengamankan dua orang tersangka dari lokasi yang berbeda,” ujar Ipda Puji, Sabtu (16/3/2024).

Dijelaskan Kasubsipenmas Sihumas, untuk pelaku WS terbukti membawa dan menyimpan obat petasan. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 12 ons bahan peledak atau serbuk petasan, 2 kilogram belerang dan 3 kilogram alumunium powder. Setelah diselidiki pelaku mendapatkan bahan peledak itu dari marketplace, selanjutnya pelaku meracik menjadi bahan peledak atau serbuk petasan kemudian diperjualbelikan kembali.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi TNI dan Baksos digelar di Koramil 04 Cengkareng

Lebih lanjut Ipda Puji menyampaikan, sedangkan pelaku lainnya yang berhasil diamankan bernama AA. 

Polisi mendapat informasi dari masyarakat adanya seseorang yang memperjual belikan obat mercon/serbuk petasan melalui media sosial Facebook dengan modus transaksi COD. Setelah dilakukan penyelidikan diketahui pelaku yang telah melakukan jual beli, atau menyimpan, atau membuat serbuk petasan. 

Pelaku diamankan di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, dengan barang bukti yang diamankan meliputi satu kantong plastik yang berisi 7 ons bahan petasan. Selanjutnya pelaku menjual obat mercon tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Atas perbuatannya, kini kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Bahan Peledak. Yakni dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara setinggi tingginya selama 20 tahun.

Baca Juga :  Kasatreskrim Polres Langsa Amankan 4 Orang Pencuri Yang Meresahkan Masyarakat

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memperjualbelikan bahan peledak ini. Karena berbahaya,” tandasnya.

Disamping itu, Ipda Puji menambahkan, bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari kegiatan Operasi Pekat Candi 2024 yang digelar selama 20 hari di bulan Ramadhan guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dari penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Jepara.

“Kami harapkan Operasi Pekat ini akan menciptakan rasa aman, nyaman, dan kondusif sehingga masyarakat Kabupaten Jepara saat menjalankan ibadah puasa ramadhan lebih tenang,” pungkasnya. 

(hms)

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Berita Terbaru

Metropolitan

Taman Eco Park Tebet Jadi Favorit Warga Jakarta di Awal Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB