slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Isra Mikraj Dalam Arus Balik Budaya Zaman - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Isra Mikraj Dalam Arus Balik Budaya Zaman

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 18 Februari 2023 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apabila Isra Mikraj sebagai salah satu ikon Islam, sebetulnya apa sih pesan dari Isra Mikraj? Isra artinya perjalanan. Peristiwa Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Mekkah, Arab Saudi sampai Baitul Maqdis, Israel yang jaraknya kurang lebih 1488,6 km. Ilustrasinya jarak itu kurang lebih seperti antara Jakarta sampai Pelabuhan Tano, Pulau Sumbawa.

Lalu Rasulullah melanjutkannya dengan melakukan Mikraj, yakni perjalanan menuju langit. Semua itu ditempuh dalam waktu semalam, pergi dan kembali lagi ke rumahnya di Mekkah.

Mendengar berita itu, orang-orang Quraisy Jahiliyah ‘mencemooh’ Rasulullah dengan menuduhnya sebagai orang gila atau pengkhayal. Karena dengan logika mereka, mustahil itu dilakukan hanya dalam semalam. Apalagi peristiwa itu dilakukan bersama jasadnya bukan hanya ruhnya saja.

Bila direnungi kembali, peristiwa itu mengandung arus balik latar belakang budaya Quraisy. Maksudnya, ketidakyakinan orang Quraisy terhadap perisa Isra Mikraj sangat dilatar-belakangi cara berpikir mereka yang rasionalis. Mereka tidak memahami aspek mistis. Yang dimaksud mistis di dalam Islam adalah ilmu batin atau lebih tingginya karamah. Karenanya persitiwa Isra Mikraj dipandang di luar nalar yang tidak mungkin mereka yakini apalagi mengimaninya.

Satu sisi Orang Quraisy itu penyembah berhala. Mereka melakukan penyembahan kepada Tuhan di luar nalar karena mempercayai berhala, sesuatu yang mereka buat sendiri, lalu mereka sembah. Bahkan dikisahkan, mereka membuat roti dengan bentuk Latta atau Uzza, kemudian mereka sembah dan mereka makan roti tersebut. Padahal dalam logika, Tuhan yang Maha Kuasa mana mungkin diciptakan oleh manusia dan apalagi apabila Tuhan tidak punya kuasa, lalu disembah. Mana mungkin Tuhan diciptakan padahal Dia Maha Pencipta.

Baca Juga :  Kebakaran Akibat Konsleting Arus Listrik Terjadi di Sukodono Sragen. Ini Keterangan Kapolsek..

Sisi yang lain, orang Quraisy tidak percaya bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka salah menempatkan, seharusnya keberadaan Tuhan bisa dipahami oleh nalar tetapi mengimani kekuasaan Tuhan harus dengan non nalar.

Bila direfleksikan dengan budaya masyarakat Indonesia saat itu, mungkin sangat jauh pemahaman mistis mereka. Masyarakat Indonesia mengimani aspek batiniyah bahkan mempraktikkan perilaku-prilaku mistik dengan praktek Kanuragan dan Kesaktian, ada Napak Sancang, rawa rontek dan sebagainya. Walau semua praktik itu diluar Islam namun satu sisi mengandung keimanan terhadap perkara gaib. Walau pun praktik batiniyah di luar Islam tersebut tidak bisa dibandingkan dengan keberadaan Mukjizat khususnya Mukjizat Rasulullah dengan Isra Mikrajnya. Isra Mikraj adalah perkara yang sangat besar dalam perkara keimanan. Jadi, ada ruang pemahaman yang jauh antara cara berpikir Quraisy dan kaum mukminin saat itu karena mereka sudah beriman kepada Allah dan Rasulnya, sudah pasti mengimani perkara yang gaib.

Baca Juga :  Kesbangpol Kota Tangerang, Berikan Sosialisasi Peranan Wanita Dalam Organisasi Kemasyarakatan.

Namun saat ini sepertinya, sejarah sudah memperlihatkan arus balik kelbali kepada aspek-apsek Jahiliyah, ketika ada fenomena, apabila ada diantara orang muslim sudah mulai tidak mempercayai perkara-perkara gaib saat ini. Padahal gaib atau batin apalagi mukjizat adalah bagian dari keimanan. Budaya rasionalisme jahiliyah dibawa pada zaman ini akibat terpaan moderenisasi. Hal ini diperkenalkan dalam pendidikan formal yang mengajarkan rasionalisme kepada masyarakat sejak SD dan hingga Perguruan Tinggi. Rasionalitas tidak salah bahkan bagian sunnatullah, namun bagaimana kita mampu menempatkannya pada bagian Keimanan tanpa harus merusak keimanan. Keimanan terhadap aspek batiniah sedikit demi sedikit mulai terkikis.

Nah, Isra Mikraj sesungguhnya mengingatkan kembali aspek aspek batiniah di dalam Islam yang harus di-imani. Isra Mikraj hanya mewakili sekian fenomena batiniah lainnya yang harus diyakini sebagai penanaman keimanan Islam. Tidak ada Islam tanpa keimanan. Keimanan tidak akan ada tanpa kita mempercayai aspek batiniyah.

Kalijabbar

Berita Terkait

8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto
Wajib Belajar 13 Tahun Resmi Dicanangkan, Negara Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini
RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah
Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam
Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
Iran Buka Jalur Aman Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz
Menata Ulang Bantar Gebang: Antara Tragedi dan Tanggung Jawab Tata Kelola.
Prabowo : Kita Jangan Jadi Bangsa Penakut
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:44 WIB

8 Alasan Mengapa Ada Pihak Ingin Menggoyang Kekuasaan Prabowo Subianto

Sabtu, 18 April 2026 - 09:39 WIB

Wajib Belajar 13 Tahun Resmi Dicanangkan, Negara Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini

Selasa, 14 April 2026 - 12:44 WIB

RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah

Senin, 6 April 2026 - 21:04 WIB

Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam

Kamis, 2 April 2026 - 17:25 WIB

Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru