Pesawaran.JIN
Balai adat, kecamatan way khilau terlihat tidak terawat dan di terlantarkan begitu saja,
sudah beberapa tahun sejak di resmikan pada tahun 2020.
Bangunan ini menghabiskan anggaran negara tidak sedikit, namun bangunan tersebut tidak dipungsikan sesuai pungsinya.
Kondisi gedung sangat memprihatinkan, pintu, atap pelapon rusak, serta bendera sudah robek, tidak terawat,
dan listrik hanya menyambung dari puskesmas yang berdampingan di balai adat tersebut, dan
disekitar gedung balai adat di tumbuhi rumput liar.
Sabtu, ( 17 / 9 / 2022 ).
Rozi Yuni” selaku ketua ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia ( GERCIN) saat memantau ke lokasi gedung,” mengatakan.
sangat miris dan prihatin melihat gedung yang terbengkalai, tidak ada perawatan.
Bangunan ini menghabiskan anggaran negara, bisa kita lihat di lokasi, akses jalan masuk sulit, atap pelapon rusak dan balai gedung adat lantai nya kotor, serta di tumbuhi rumput rumput yang sangat banyak, karna tidak di rawat dan gedung tidak gunakan”. Jelasnya.
bahkan bendera yang terpasang sudah robek, gedung ini benar benar tidak ada perawatan , pintu rusak, disekitar bangunan tumbuh rumput liar, sehingga tidak layak di pungsikan sebagai mana fungsinya, Ucapnya.

Rozi Yuni” berharap kepada pihak terkait, terutama untuk camat way khilau, yang juga selaku tokoh adat agar di perhatikan bangunan ini, Terutama Azas manfaatnya, Sambungnya, Rozi Yuni.
Masih di tempat yang sama,
Sumara” selaku ketua LSM LIPAN, sangat prihatin gedung balai adat yang di bangun ini tidak di pungsikan, karna dana anggaran pembangunan gedung ini sangat besar angaran nya.
selain gedung balai adat, gedung Puskesmas yang terletak di desa kota jawa, way khilau, ini juga, diduga tidak jelas,apakah di pungsi kan atau tidak bagi masyarakat yang ingin berobat”, jelas Sumara.
karna gedung puskesmas ini juga tidak terawat, di sekitar gedung di tumbuhi rarumputan”. Tutupnya.
Pewarta : team / red







