slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Buku "Menyalakan Obor Sejarah Bawaslu Kendal" Diluncurkan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Buku “Menyalakan Obor Sejarah Bawaslu Kendal” Diluncurkan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Agustus 2022 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal –Jurnalis investigasi news. Com — Kiprah lembaga pengawas pemilu dalam menjaga demokrasi di Kabupaten Kendal merupakan fakta sejarah yang patut diabadikan. Di antara cara mengabadikan peristiwa historis ini melalui buku. Pada Rabu (3 Agustus 2022) malam dilaksanakan Peluncuran dan Bedah Buku ‘Menyalakan Obor Sejarah Bawaslu Kendal (Napak Tilas Pengawas Pemilu 2004-2023)’ oleh Bawaslu Kabupaten Kendal di Jl. Kyai Gembyang No. 23 Ngilir Kendal. Kamis (04/08/2022)

Buku terbitan Bawaslu Kendal Jateng setebal XIV+258 halaman yang telah mendapat ISBN dari Perpustakaan Nasional ini mengulas sejarah pengawas pemilu sejak Pemilu 2004. “Buku ini sebagai wujud napak tilas pengawas pemilu sejak 2004 sampai 2023,” kata Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani saat peluncuran buku.

Sambung Odilia, hal tersulit penyusunan buku ini diserahkan kepadanya dalam penulisan. “Saya diberi tugas paling sulit oleh Mas Editor untuk menulis Panwas 2004 dan 2005. Sumber dokumen sangat minim. Ada pun sumber wawancara, ketika ditanya momentum apa yang diawasi, jawabnya sudah lupa,” lanjutnya sambil disambut tawa hadirin.

Baca Juga :  Sukseskan Hanpangan, Babinsa kodim 0104 Dampingi Petani Olah Padi Hasil Panen

Editor Buku, Arief Musthofifin, pada paparannya menyampaikan cuplikan isi keseluruhan buku. “Sejak sembilan belas tahun lalu, terhitung sudah sepuluh kali pengawas tingkat Kabupaten Kendal dibentuk. Sembilan kali dibubarkan karena bersifat sementara (ad hoc), satu kali bersifat permanen yaitu Bawaslu Kendal 2018-2023,” katanya.

Ada pun Judul menyalakan obor mengandung suatu filosofi. “Sejarah adalah obor. Jangan sampai kita ‘kepaten obor’ atau kehilangan sejarah,” terang Arief. “Kini obor sejarah Bawaslu Kendal sudah dinyalakan. Harapan kami, terangnya terus memancar dan bisa dilanjutkan di masa mendatang,” imbuhnya.

Bedah buku berlangsung santai dan gayeng hingga jelang tengah malam. Para tokoh dunia pengawasan pemilu tampil di depan. Yaitu Slamet Mulyono (Akademisi dan Anggota Panwas Kabupaten Kendal 2004), Supriyadi (Praktisi Hukum dan Ketua Panwas Kabupaten Kendal 2009, 2010, 2013, 2014, dan 2015) sebagai pembedah, dan Keynote Speak dari Muhammad Rofiuddin (Anggota Bawaslu Jateng/ Kordiv Humas).

Rofiuddin, yang juga penanggung jawab program buku di Bawaslu Jateng mengisahkan bahwa pembuatan buku sejarah pengawas pemilu secara internal lembaga Bawaslu hanya dilakukan di 35 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jateng. “Waktu menyelesaikan buku ini cukup singkat, sekitar lima bulan terhitung sejak Januari saat rapat koordinasi pertama untuk pemberian tugas, dengan total delapan kali koordinasi dan semua dilakukan via daring,” katanya.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan jurnalis, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggotanya Tidak Berpolitik

Rofiuddin menyadari bahwa buku yang dibuat Bawaslu Kendal bukan karya sempurna atau baru mengulas permukaan sejarah. Masih perlu upaya penulisan lagi agar lebih utuh. “Buku sejarah pengawas pemilu ini akan lebih sempurna jika ditulis oleh bapak ibu sebagai pelaku sejarah pengawasan karena lebih tahu persis peristiwanya,” imbuhnya.

Riuh rendah canda tawa turut menghiasi bedah buku. Apalagi dihadari pelaku sejarah atau para pengawas pemilu di Kabupaten Kendal sejak masa 2004, stakeholder, insan pers, Gerakan Rakyat Mengawasi (Garasi) dan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Bawaslu RI dari Kabupaten Kendal.

SWI Jateng(sinyo adi)/Red

Berita Terkait

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Berita Terbaru

Kebijakan publik

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:27 WIB