slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Rekan Indonesia Tolak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Rekan Indonesia Tolak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com — Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Rekan Indonesia menjadi salah satu organisasi yang secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap wacana tersebut.

 

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menilai kenaikan iuran berpotensi menimbulkan efek domino terhadap kepesertaan aktif, terutama dari kelompok kelas menengah dan pekerja sektor informal.

 

“Kenaikan iuran bukan solusi struktural. Secara teori ekonomi kesehatan, ketika harga naik, partisipasi cenderung turun. Ini soal price elasticity. Peserta mandiri sangat sensitif terhadap perubahan biaya rutin,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/2/2026).

 

Menurut dia, beban tambahan pada iuran akan memperbesar risiko kepesertaan nonaktif. Ia menyebut kelompok miskin relatif terlindungi melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara kelompok mampu tidak terdampak signifikan. Namun kelas menengah berada dalam posisi paling rentan.

Baca Juga :  Bazar Ramadhan Jadi Kesempatan Tingkatkan Ekonomi UMKM

 

“Mereka tidak cukup miskin untuk disubsidi, tetapi juga tidak cukup kuat untuk menyerap kenaikan biaya berulang. Jika iuran naik, pilihan rasional banyak keluarga adalah menunda atau menghentikan pembayaran,” katanya.

 

Agung memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat memperluas fenomena adverse selection, yakni ketika peserta sehat keluar dari sistem sementara peserta dengan risiko tinggi tetap bertahan. Dalam jangka panjang, komposisi ini berpotensi meningkatkan beban klaim dan memperdalam tekanan fiskal lembaga jaminan sosial.

 

“Jika yang bertahan hanya peserta dengan risiko tinggi, keseimbangan aktuaria terganggu. Defisit bisa semakin melebar. Artinya, kenaikan iuran belum tentu menyelesaikan akar persoalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembagian bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Anggota PJLP Kelurahan Kalideres beserta PKK

 

Rekan Indonesia juga menyoroti potensi meningkatnya jumlah warga tanpa jaminan kesehatan akibat kepesertaan yang menjadi nonaktif. Dalam perspektif kebijakan sosial, kondisi tersebut berisiko memicu medical impoverishment atau kemiskinan akibat biaya kesehatan yang harus ditanggung sendiri saat sakit.

 

Sebagai alternatif, Agung mendorong pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap efisiensi pembiayaan, memperkuat subsidi berbasis kemampuan bayar, serta memperluas skema perlindungan bagi kelas menengah rentan.

 

“Jaminan kesehatan adalah hak konstitusional. Kebijakan pembiayaan harus memperluas cakupan, bukan justru menyempitkannya,” kata dia.

 

Hingga kini, pemerintah masih mengkaji skema dan besaran penyesuaian iuran. Wacana tersebut menjadi perdebatan publik karena menyangkut langsung akses layanan kesehatan jutaan peserta di seluruh Indonesia.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

IPSI Gelar Munas XVI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Disabilitas Art Center, Panggung Seni Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Bogor
Peran Strategis Dasco Jaga Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Belum Naik per 1 April 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:28 WIB

IPSI Gelar Munas XVI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Jumat, 3 April 2026 - 16:06 WIB

Disabilitas Art Center, Panggung Seni Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Bogor

Berita Terbaru

Lingkungan hidup

DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Angkutan Berjalan Tiga Shift

Jumat, 10 Apr 2026 - 20:36 WIB