slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Pemkap Pesawaran di Duga Sengaja Meniadakan Pembagian Hasil Pajak Tahun 2022, πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ Kata Tanjung - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Pemkap Pesawaran di Duga Sengaja Meniadakan Pembagian Hasil Pajak Tahun 2022, πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ Kata Tanjung

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 10 Juni 2023 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Lampung Jurnalis Investigasi News.com – Sepertinya derita para Kades Kabupaten Pesawaran belum mau berhenti, belum lagi soal gaji mereka yang sudah masuk 5 bulan belum dibayar Pemkab. 

Sekarang ditambah lagi soal pembagian hasil pajak untuk desa tahun 2022, sampai kini belum juga dicairkan oleh Pemkab setempat, bahkan rumornya malah akan dihilangkan.

Tidak tahan dengan situasi tersebut. Sejumlah Kades Kabupaten Pesawaran sambangi  Kantor Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) Pesawaran.
Kedatangan mereka meminta kepada FMPB untuk membantu dalam  memperjuangkan hak mereka terkait pembagian hasil pajak desa tahun 2022, yang hingga kini belum mereka terima dari Pemkab setempat.

Kekecewaan para kades tersebut malah  kian jadi, dengan beredarnya informasi yang mengatakan bahwa Pemkab Pesawaran diduga sengaja meniadakan  pembagian hasil pajak tahun 2022 tersebut.

” Gimana kami gak pening bang, itu kan hak kami, itu uang gak sedikit bang,
kok enak amat mau di hapus begitu saja, pokonya kami tidak terima, tidak ikhlas bang,” ungkap, salah satu Kades, Sabtu (10/6/23)

Apalagi sambungnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, uang pembagian hasil pajak yang akan  dibagikan Pemerintah kepada para kades merupakan uang bagi hasil pajak 2023.

Baca Juga :  Dana Desa Tahap Dua Pekon Banjarjo Kecamatan Banyumas TA 2022 Sudah Terlaksana

” Nah, lo, gimana kami gak tambah bingung lagi ini, bagi hasil tahun 2022 aja belum jelas, kok malah direncanakan yang akan dibagi kok untuk hasil pajak tahun 2023 ini, gimana ini? ,” ucapnya heran.

Sementara Ketua Harian Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu ( FMPB )
Kabupaten Pesawaran , Saprudin Tanjung sangat merespon keinginan para kades, untuk memberikan bantuan dalam upayanya untuk mendapatkan hak nya dari Pemkab Pesawaran.

” Pastinya, kita sambut dan ucapkan terimakasih kepada para kades, yang telah mempercayai lembaga kita ini, untuk membantu mereka dalam memperjuangkan haknya, yang mungkin merasa dizolimi,” terang Tanjung

Sebab kata Tanjung, memang agak mengherankan terhadap sampai terjadi kemandegan dalam pembagian hasil pajak tahun 2022, yang harus diterima setiap desa dari Pemkab setempat.

” Sepertinya kasus ini baru kali ini terjadi, kalo kita amati, sepertinya ada upaya sistematis, sengaja berupaya untuk menghilangkan atau meniadakan dana pembagian hasil pajak buat desa tersebut,” hemat Tanjung.

Apalagi ucap Tanjung, ini menyangkut soal dana yang cukup besar. Bisa dibayangkan ujar Tanjung , jumlah desa di kabupaten ini ada 148 desa. Satu desa dalam pembagian hasil pajaknya tiap tahun menerima bervariasi dari Rp 40- 80 juta per desa.

Baca Juga :  Purna Tugas, 5 Personel Polres Demak Mendapat Penghargaan

” Coba kalo kita pukul rata tiap desa menerima Rp 50 juta saja. Kalo Rp 50 kali 148 jumlah desa. Coba apa gak sekitar Rp 7, 5 milyar. Itu jumlah yang sangat besar,” cetusnya

Untuk itu ujar Tanjung, pihaknya bersama sejumlah kades akan  mendatangi dan mempertanyakan kepada sejumlah OPD,  terkait dengan upaya yang akan dilakukan Pemkab dalam menyikapi dan mengurai  persoalan  ini.

” Opsinya, Kita bersama kades nanti akan  segera mendatangi OPD terkait, seperti PMD, Bapeda  dan Keuangan. Bila perlu langsung ketemu Sekda, Kita mau tahu alasannya gak bisa bayar, itu aja,”  kata Tanjung.

” Kalo mentok, ya kita akan bawa masalah ini ke APH sebagai indikasi penggelapan, Juga berikut bersama 148 kades dan aparatnya, kita akan demo Pemkab, sampai hak desa itu, di keluarkan,” tegas Tanjung ( red )

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Berita Terbaru

Metropolitan

Taman Eco Park Tebet Jadi Favorit Warga Jakarta di Awal Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB