slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Pelaku Pemalsuan Pamflet Dan Logo MZK,Sudah Ditemukan dan Mengakui Salah Dan lalai - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Pelaku Pemalsuan Pamflet Dan Logo MZK,Sudah Ditemukan dan Mengakui Salah Dan lalai

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 24 Januari 2023 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, JIN – Pelaku pemalsuan pamflet beasiswa MZK dan pemasangan logo tanpa izin dari MZK sudah ditemukan, Selasa (24/1/2023). Pelaku tersebut dengan sendirinya mengakui kesalahannya kepada Direktur Utama PT MZK, Martha Syaflina. Ia mengaku salah dan lalai terkait hal ini.

Pelaku tersebut bernama Hendrawan yang juga alumni Sekolah Wartawan MZK Institute. Ia pun kuliah di kampus Universitas Tangerang Raya yang dia catut logonya bersamaan pamflet MZK yang sudah tidak berlaku lagi masa tayangnya.

“Atas semua yang saya lakukan terhadap dua almamater kebanggan saya MZK Institute dan UNTARA, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Hendrawan.

Hendrawan pun berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Dia pun memohon agar tetap dijadikan bagian atau siswa dari Sekolah Wartawan MZK Institute.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Rinjani, 7 Pengendara Ditilang, 50 Ditegur

“Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Saya juga mohon tetap dianggap murid/siswa oleh Bu Martha dan dosen pembimbing lain,” lanjutnya.

Di sisi lain, Martha menanggapi permintaan maaf dari Hendrawan ini dengan memintanya untuk membuat surat pernyataan tertulis di atas materai. Kemudian, surat tersebut dikirimkan langsung ke kantor PT MZK di Yogyakarta.

“Saya hanya minta satu. Tuliskan surat pernyataan permintaan maaf ke MZK. Ditandatangani di atas materai,” pinta Martha.

Martha pun berpesan kepada semua peserta pelatihan dan alumni Sekolah Wartawan MZK Institute bahwa apa pun itu terkait instansi, baik punya kita atau orang lain, belajarlah untuk minta izin dan konfirmasi kebolehan pemakaian atribut. Sebab, kalau instansi tersebut tidak tahu, lalu dicatut, terjadi masalah yang tidak diinginkan, yang kena kita semua. Ini menyangkut orang banyak.

Baca Juga :  Brimob Aramiah Bantuan Dayah Hikmatul Ulum Diniyyah Asunnah Di kota Langsa

“Saya sebenarnya menganggap ini masalah sepele, tapi saya sudah pernah kena satu kali karena catut-mencatut ini. Tanpa izin, akhirnya semua kena. Apalagi ini kampus, di dalamnya banyak orang. Kalau flayernya ga jelas, bisa dianggap penipu kampusnya. Saya ya tak terimalah. Harus izin dulu,” jelas Martha.

Saat ini, pihak PT MZK sedang menunggu pengiriman surat pernyataan permintaan maaf dari pelaku tersebut.

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Berita Terbaru