slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Lubang Galian, Korban Berjatuhan: Ultimatum Wali Kota Jaktim ke PAM Jaya Didukung Warga - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Lubang Galian, Korban Berjatuhan: Ultimatum Wali Kota Jaktim ke PAM Jaya Didukung Warga

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com — Lubang bekas galian proyek air minum di Jakarta Timur kembali memakan korban. Insiden di kawasan Condet memicu Wali Kota Jakarta Timur mengultimatum PAM Jaya untuk segera menutup galian sesuai standar operasional prosedur (SOP).

 

Namun, bagi Koalisi Warga Jakarta (KOWARTA), persoalan ini tidak berhenti pada lubang yang belum tertutup. Mereka melihatnya sebagai bagian dari masalah yang lebih dalam: lemahnya pengawasan proyek utilitas di ruang publik.

 

Heru Zulfiansyah, aktivis komunitas pejalan kaki Jakarta, menyebut kasus ini sebagai puncak dari persoalan yang berulang.

 

“Setiap lubang yang dibiarkan terbuka itu bukan sekadar kelalaian. Ini menunjukkan ada sistem pengawasan yang abai,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Rabu.

 

Secara teknis, proyek jaringan air minum wajib memenuhi standar keselamatan, mulai dari pembatas area kerja, rambu peringatan, hingga penutupan kembali badan jalan secara layak. Namun di lapangan, standar tersebut kerap diabaikan.

 

Koalisi Warga Jakarta mencatat, lubang galian sering dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai, minim penerangan di malam hari, serta ditutup secara asal sehingga membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Korban Tabrak Lari di Sragen Akui Sebarkan Hoax Telah Dibacok, Dianiaya Oleh Pengendara Avanza Yang Melarikan Diri

 

Kondisi ini paling berdampak pada kelompok rentan, terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

 

“Jalan itu ruang bersama. Tapi yang paling sering jadi korban justru mereka yang paling tidak terlindungi,” ujar Heru.

 

Ultimatum dari Wali Kota Jakarta Timur dinilai sebagai langkah penting. Namun Koalisi Warga Jakarta mengingatkan bahwa peringatan semacam ini kerap berakhir tanpa tindak lanjut yang jelas.

 

Mereka mendesak agar langkah tersebut disertai tenggat waktu yang transparan, audit teknis independen, serta sanksi tegas bagi pelaksana proyek yang lalai.

 

Tanpa itu, ultimatum berisiko menjadi respons jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan.

 

Persoalan lain yang disorot adalah kaburnya tanggung jawab. Proyek utilitas umumnya melibatkan kontraktor pihak ketiga, sementara pengawasan berada di tangan operator dan pemerintah.

 

Dalam situasi seperti ini, ketika terjadi kecelakaan, tanggung jawab kerap saling dilempar.

 

“Publik tidak butuh alasan. Yang dibutuhkan adalah kepastian: siapa yang bertanggung jawab ketika warga jadi korban?” kata Heru.

Baca Juga :  Agus Mandor bantu Nursiah masyarakat kota Langsa yang lanjut usia

 

Insiden di Condet bukan kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, keluhan serupa muncul di berbagai titik di Jakarta, dengan pola yang hampir sama: pengerjaan cepat, pengamanan minim, dan penutupan jalan yang tidak sesuai standar.

 

Bagi Koalisi Warga Jakarta, pola berulang ini menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengelolaan proyek infrastruktur kota.

 

Di tengah gencarnya pembangunan, Koalisi Warga Jakarta mengingatkan bahwa keberhasilan kota tidak hanya diukur dari proyek yang selesai, tetapi dari rasa aman yang dirasakan warganya.

 

“Ukuran paling sederhana adalah: apakah warga merasa aman berjalan di kotanya sendiri?” ujar Heru.

 

Koalisi Warga Jakarta menyatakan dukungan terhadap langkah tegas Pemerintah Kota Jakarta Timur. Namun mereka menegaskan, keselamatan publik tidak boleh berhenti pada ultimatum.

 

Tanpa perbaikan pengawasan dan kejelasan tanggung jawab, lubang yang sama—baik secara fisik maupun sistemik—akan terus berulang. Dan seperti yang sudah terjadi, warga akan kembali menjadi korban.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Angkutan Berjalan Tiga Shift
Silaturahmi Bawaslu DKI Jakarta menggandeng DPC Peradi Jakarta Selatan.
Gedung Parkir Terkesan Kumuh di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Aktivis Pertanyakan Penggunaan Anggaran Pemeliharaan
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam
Aktivis Desak Investigasi Temuan Macan Tutul Terjerat di Tugu Selatan
Disabilitas Art Center, Panggung Seni Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Bogor
DLH Percepat Penanganan Sampah di Dalam Kota, TPS Liar Ditutup Permanen
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:36 WIB

DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Angkutan Berjalan Tiga Shift

Kamis, 9 April 2026 - 21:41 WIB

Silaturahmi Bawaslu DKI Jakarta menggandeng DPC Peradi Jakarta Selatan.

Rabu, 8 April 2026 - 16:07 WIB

Gedung Parkir Terkesan Kumuh di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Aktivis Pertanyakan Penggunaan Anggaran Pemeliharaan

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 21:04 WIB

Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam

Berita Terbaru

Lingkungan hidup

DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Angkutan Berjalan Tiga Shift

Jumat, 10 Apr 2026 - 20:36 WIB