slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kajian Aktivis Ungkap Kerentanan Dana Desa Bogor 2025, KPKB Desak Transparansi Total - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kajian Aktivis Ungkap Kerentanan Dana Desa Bogor 2025, KPKB Desak Transparansi Total

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR  Jurnalisinvestigasinews.com — Organisasi masyarakat sipil Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB) mengungkap potensi kerentanan serius dalam pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan tersebut dirilis melalui kajian pengawasan yang menyoroti lemahnya transparansi dan minimnya pengawasan publik dalam tata kelola anggaran desa.

 

KPKB menilai besarnya alokasi Dana Desa—yang mencapai ratusan miliar rupiah—menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah dengan tingkat risiko penyimpangan anggaran yang patut diwaspadai jika tidak disertai sistem pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi.

Baca Juga :  Sentuhan Ramadhan di Cipinang Besar Selatan, ASN hingga PPSU Khatamkan Qur’an dan Santuni Yatim

 

Koordinator Nasional KPKB, Zefferi, menyatakan kajian tersebut merupakan peringatan dini bagi seluruh pemangku kepentingan agar Dana Desa tidak melenceng dari tujuan awalnya.

 

“Dana Desa adalah uang rakyat. Jika pengelolaannya tertutup dan minim pengawasan, maka potensi penyimpangan akan selalu ada. Kajian ini kami rilis sebagai alarm agar semua pihak lebih waspada,” tegas Zefferi, Minggu (22/02/2026).

 

Berdasarkan hasil kajian, KPKB mengidentifikasi sejumlah titik rawan, antara lain dominasi proyek infrastruktur fisik, terbatasnya akses masyarakat terhadap dokumen anggaran desa, serta rendahnya partisipasi warga dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan desa.

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Harga BBM Belum Naik per 1 April 2026

 

Namun demikian, KPKB menegaskan bahwa temuan ini tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi seluruh desa bermasalah, melainkan sebagai langkah preventif guna memperkuat akuntabilitas dan mencegah kebocoran keuangan negara di tingkat desa.

 

KPKB mendesak pemerintah daerah, aparat pengawas internal, hingga aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata dan segera memperkuat mekanisme pengawasan kolaboratif bersama masyarakat sipil.

 

“Transparansi total adalah kunci. Tanpa itu, Dana Desa berpotensi menjadi ladang penyimpangan yang justru merugikan masyarakat desa,” pungkas Zefferi.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Satpam Pingsan Usai Jaga Malam, Rekan Indonesia Tangsel Bergerak Selamatkan Akses Pengobatan
JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan
PP AMPG Santuni 500 Anak Yatim dan Lansia di Sukabumi, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
Kolaborasi Satpol PP Jatinegara dan Wartawan Hadirkan Jumat Berkah, Kepedulian Sosial Warnai HUT ke-499 Jakarta
Konkrit, Ini Usulan Rekan Indonesia di RUU HAM
Bangun Sinergi Cegah Konflik, Pemuda Pancasila DKI Ambil Peran Strategis
Operasi Parkir Liar di Jakarta Timur Diwarnai Adu Argumen dan Dugaan Setoran Parkir
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:48 WIB

Satpam Pingsan Usai Jaga Malam, Rekan Indonesia Tangsel Bergerak Selamatkan Akses Pengobatan

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:34 WIB

MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:26 WIB

PP AMPG Santuni 500 Anak Yatim dan Lansia di Sukabumi, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:28 WIB

Kolaborasi Satpol PP Jatinegara dan Wartawan Hadirkan Jumat Berkah, Kepedulian Sosial Warnai HUT ke-499 Jakarta

Berita Terbaru