Tangerang Selatan – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, mengunjungi rumah duka wartawan senior Suara Karya, Bopo Sadono Priyo, di kawasan Pondok Ranji, Tangerang Selatan, pada Rabu (2/10/2024). Sadono Priyo, yang dikenal luas di kalangan jurnalis dan aparat penegak hukum, meninggal dunia karena serangan jantung saat berlatih tenis meja di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Kunjungan Kombes Pol Ade Ary Syam merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum sebagai seorang wartawan yang selama ini banyak berkontribusi dalam peliputan di bidang kepolisian, khususnya di Polda Metro Jaya. Dalam kunjungannya, Ade Ary menyampaikan rasa duka mendalam dan turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Almarhum adalah sosok wartawan yang berdedikasi tinggi, selalu menjaga hubungan baik dengan aparat penegak hukum, khususnya di lingkup Polda Metro Jaya. Kami semua merasa kehilangan atas kepergian beliau. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kombes Pol Ade Ary Syam saat berbicara di rumah duka.
Bopo Sadono Priyo, yang akrab disapa “Bopo Dono”, dikenal sebagai jurnalis yang ramah dan selalu berusaha menjaga komunikasi baik dengan narasumber, termasuk aparat kepolisian. Dedikasinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat di berbagai desk kepolisian telah menjadikannya sosok yang disegani di kalangan jurnalis dan pihak kepolisian.
Sejumlah rekan wartawan yang juga hadir di rumah duka turut mengenang Bopo Dono sebagai pribadi yang humoris dan penuh perhatian terhadap sesama. “Beliau sering membantu rekan-rekan jurnalis yang baru dan selalu berbagi pengalaman serta cerita,” ujar salah satu rekan almarhum, Willy.
Jenazah Bopo Sadono Priyo akan dimakamkan di TPU Rawa Lele, Sudimara Tangerang Selatan, pada hari Rabu (2/10/2024). Banyak tokoh dan rekan jurnalis, termasuk dari kalangan kepolisian, yang dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kepergian Bopo Sadono Priyo menjadi kehilangan besar, terutama bagi dunia jurnalistik dan lingkup peliputan di kepolisian. Meski telah tiada, karyanya di dunia pers dan dedikasinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat akan selalu dikenang. (Wly)







